Kisah Sukses UMKM: Amame Ice Cream, Manisnya Usaha Es Krim 4 Sekawan

JAKARTA – Rasa-rasanya hampir semua orang suka menyantap es krim. Tua, muda, laki-laki, perempuan banyak yang menggandrungi rasa manis nan segar kudapan beku yang satu ini.

Kepopuleran es krim membuat pemain di industri ini sangat beragam, mulai dari skala usaha rumahan sampai perusahaan publik. Tak terkecuali dengan empat sahabat yang merintis usaha es krim sejak 2013.

Berawal dari menu favorit, Maraya, Mega, Wiwid dan Alanda memutuskan merintis Amame Ice Cream. Bukan tanpa hambatan, empat sahabat ini memulainya produksinya hanya dengan mengandalkan mesin es krim rumahan.

Bahkan, mereka harus melakukan eksperimen resep bersama-sama sampai akhirnya menghasilkan paduan resep dan takaran yang paling tepat untuk jadikan resep utama produk es krim Amame.

“Modal awal saat itu kami dapatkan dengan patungan, dan kami gunakan untuk membeli mesin es krim rumahan yang harganya sekitar Rp6 juta. Serta beberapa peralatan dan bahan lainnya,” kata Maraya Nadira, salah satu founder Amame Ice Cream saat berbincang dengan reporter TrenAsia.com, Rabu, 18 November 2020.

Walaupun skala usahanya terbilang kecil, justru inilah keunggulan Amame Ice Cream dibandingkan dengan merek-merek besar yang diproduksi secara massal menggunakan mesin canggih. Pasalnya, es krim ini masih diproses secara rumahan dan menggunakan bahan-bahan alami sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi.

Sebagai merek baru, Maraya mengakui butuh berbagai cara agar Amame lebih dikenal oleh masyarakat. Salah satu bentuk pemasarannya antara lain melalui media sosial Instagram hingga mengikuti bazar.

Kemudian berkolaborasi dengan berbagai pihak, hingga bekerja sama dengan sebuah coffee shop untuk menjual Amame di kedai mereka.

“Setelah dua tahun di coffee shop, akhirnya kami punya gerai sendiri di bilangan Bintaro,” tambah Maraya.

Founder Amame Ice Cream Maraya, Mega, Wiwid dan Alanda / Facebook @amameicecream
Omzet Semanis Es Krim

Berbagai momentum besar juga dimanfaatkan Amame untuk unjuk gigi. Maraya juga mengemas es krim buatannya dalam bentuk hantaran (hampers) pada saat Lebaran atau Natal. Dengan begitu, produk yang ditawarkan lebih menarik dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Walhasil, pada periode tersebut omzet Amame Ice Cream dapat meroket hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan penjualan di bulan lain. Hingga kini, rerata omzet yang dihasilkan per bulannya mencapai Rp1 juta hingga Rp5 juta.

Meski penjualan tetap berjalan, pandemi COVID-19 tak ayal tetap memberikan pengaruh pada model bisnis Amame Ice Cream. Saat ini, Amame Ice Cream fokus pada penjualan secara daring (online).

Akan tetapi, tanpa pantang menyerah, Maraya dan kawan-kawan tetap bersiap untuk ekspansi bisnis yakni dengan memperluas cakupan pengiriman produk yang selama ini terbatas di wilayah Jadetabek.

Di tengah rencana ekspansi, Maraya mengungkapkan ada beberapa pertimbangan yang tengah dipikirkan. Pertama, mengenai keberlanjutan usahanya dari aspek lingkungan, khususnya penggunaan kemasan plastik.

Kedua, skema pengembangan bisnis melalui reseller. Sistem reseller memang jadi salah satu opsi perluasan bisnis yang banyak digunakan pelaku usaha, namun Maraya ingin memastikan sistem quality control terlebih dahulu.

“Harapannya, kami segera menemukan solusi terbaik agar lebih banyak orang di luar Jadetabek yang dapat merasakan kebahagiaan melalui es krim Amame.”

Gerai Amame Ice Cream / Facebook @amameicecream
Es Krim Vegan, Wujud Inovasi Amame Ice Cream

Tak bisa dimungkiri, seiring berjalannya waktu, produk es krim berkembang sangat pesat melalui berbagai varian yang modern. Salah satu inovasi tercermin dari peluncuran varian es krim vegan pada awal November 2020 lalu.

“Awal November kemarin, berdasarkan permintaan banyak pelanggan, kami akhirnya meluncurkan varian es krim vegan pertama kami,” ujar Maraya.

Untuk varian vegan, Amame Ice Cream punya tiga rasa yaitu Vegan Tropical Fruit, Vegan Matcha Latte, dan Vegan Salted Caramel Coffee. Sedangkan varian non vegan dijual dengan dua kategori yakni classic dan premium.

Di kategori premium, konsumen bisa menikmati varian Mindful Talk (Butterscotch and Brownie), Heart Fixer (Mixed-berries and Cream Cheese), dan Pleasure Treasure (Vanila and Cookie Dough).

Tidak kalah menggiurkan, kategori classic punya banyak varian yaitu Big Warm Hug (terbuat dari Marie and Cream), Peaceful Breeze (Mint Chocolate Chip). Lalu ada Indulging Comfort (Dark Chocolate), A Brand New Day (Earl Grey Milk Tea), dan Thy Smile (Thai Milk Tea).

Adapun harga Amame Ice Cream sangat bervariasi, tergantung ukurannya. Es krim dengan ukuran cup (100 ml) saat ini dihargai Rp27.000 per satuannya. Namun, apabila membeli enam buah sekaligus akan mendapatkan harga paket yaitu Rp120.000.

Semantara, untuk size pint (475 ml), ada dua jenis harga, yaitu Rp105.000 untuk yang classic, dan Rp120.000 untuk yang premium. Hmm.. Yummy kaaaan? (SKO)

Tags:
AMAMEamame ice creamdejuraganEs krimHeadlineice creamjuragankisah sukseskisah sukses UMKMtips bisnisumkm
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: