Kini Jadi Tren, Ketahui Dampak Negatif Konsumsi Madu Beku Menurut Ahli

18 Agustus 2021 15:02 WIB

Penulis: Justina Nur Landhiani

Editor: Amirudin Zuhri

JAKARTA - Baru-baru ini, makan madu beku jadi tren di media sosial seperti TikTok. Madu beku memiliki konsistensi yang memudahkan banyak orang untuk mengonsumsinya.

Tidak mengherankan jika banyak yang mengonsumsi madu beku sebagai camilan. Bahkan, tagar #FrozenHoney telah mengumpulkan lebih dari 683 juta tampilan dengan tagar #FrozenHoneyChallenge mencapai 91 juta.

Menurut mereka yang mengikuti tantangan tersebut, banyak orang yang menganggap makan madu beku terasa enak dan menyenangkan. Setelah dibekukan, madu beku akan terasa meleleh di lidah saat dikonsumsi.

Sayangnya, mengonsumsi madu beku dapat menimbulkan bahaya untuk kesehatan Anda. Mengutip dari laman Everyday Health, berikut beberapa dampak negatif akibat konsumsi madu beku dari Jackie Newgent, seorang ahli gizi kuliner nabati sekaligus penulis dari buku The Clean & Simple Diabetes Cookback.

1. Madu Tinggi Kalori

Madu mengandung kalori yang tinggi. Selain itu, jika Anda terbiasa mengonsumsi madu beku, maka hal tersebut dapat menyebabkan penambahan berat badan.

2. Madu Tinggi Gula

Seperti yang disebutkan sebelumnya, satu porsi madu mengandung 17gram gula. Padalah, menurut American Heart Association, sebaiknya kita hanya mengonsumsi 25gram gula tambahan per hari untuk wanita dan 36gram untuk pria. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi madu tidak boleh lebih dari 2 sendok makan untuk wanita, sedangkan untuk pria tidak boleh mengonsumsi 3 sendok makan madu dalam sehari.

3. Madu Dapat Meningkatkan Glukosa Darah

Karena kandungan gula pada madu cukup tinggi, sebaiknya seseorang yang memiliki kondisi pradiabetes atau diabates harus menghindari tren tersebut. Tak hanya itu, madu juga dapat menimbulkan sakit kepala pada orang yang normal karena glukosa dalam darah melonjak.

4. Madu Bisa Mengganggu Perut

Jika Anda mengonsumsi madu beku terlalu banyak, maka Anda bisa mengalami kembung, kram perut, dan diare. Hal ini disebabkan karena intoleransi fruktosa, yaitu suatu kondisi malabsorpsi yang kini sering dialami banyak orang, karena tingginya konsumsi minuman manis yang mengandung sirup jagung tinggi fruktosa.

Berita Terkait