Kinerja Terus Turun, Barito Pacific Merugi Rp29,4 Miliar

JAKARTA-Setelah laba bersih turun dalam pada 2019, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) harus menanggung rugi US$2,09 juta pada tiga bulan pertama tahun ini.

Kerugian emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu setara Rp29,42 miliar (kurs tengah BI Rp14.83 per US$) ini sejalan dengan penurunan pendapatan dan adanya rugi selisih kurs serta bagian efektif atas perubahan nilai wajar lindung nilai arus kas.

Dalam laporan keuangan yang dirilis Kamis, 11 Juni 2020, pendapatan bersih perseroan memang sudah turun 10,1% dari US$679,24 juta menjadi US$610,6 juta.

Penurunan pendapatan itu semakin tergerus dengan naiknya beban pokok pendapatan dan beban langsung sebesar 0,76% menjadi US$518,64 juta, dari periode sama tahun 2019 US$514,67 juta.

Tekanan keuangan ini semakin diperparah dengan adanya rugi selisih kurs senilai US$23,18 juta. Padahal, pada periode sama tahun 2019, perseroan masih meraup untung selisih kurs US$1,46 juta.

Tidak hanya itu, keuangan emiten dengan kode saham BRPT ini semakin tergerus melalui bagian efektif atas perubahan nilai wajar lindung nilai arus kas US$18,04 juta. Alhasil, beban komprehensif periode berjalan perseroan melonjak 602,2% dari US$5,87 juta menjadi US$41,22 juta.

Masih pada tiga bulan pertama tahun ini, emiten dengan aset US$7,13 miliar ini punya liabilitas US$4,39 miliar dengan ekuitas US$2,73 miliar.

Seiring dengan rilis keuangan Barito Pacific, saham BRPT justru dalam posisi menguat 1,67% pada perdagangan hari ini hingga pukul 10:55 WIB ke level Rp1.220. Sebelum perdagangan hari ini, saham BRPT sudah  turun 11,11% dari posisi 29 Mei 2020 Rp1.350 menjadi Rp1.200 per 10 Juni 2020.

Tags:
Barito PacificBursa Efek Indonesia
Issa Almawadi

Issa Almawadi

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: