Kinerja Saham Unilever Berpotensi Uptrend? Begini Proyeksi Mirae Asset Sekuritas

18 Agustus 2021 10:35 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Amirudin Zuhri

Graha Unilever milik PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) di kawasan Green Office Park, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten. / Foto: Unilever Indonesia

JAKARTA – Pergerakan saham emiten konsumer, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) masih dalam tren menurun dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, UNVR menjadi salah satu saham yang menjadi pemberat alias laggard Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama menyebut beberapa faktor yang memengaruhi penurunan kinerja saham UNVR. Salah satunya adalah faktor fundamental.

Unilever sendiri membukukan laba bersih sekitar Rp7,1 triliun pada periode tahun 2020, atau lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yakni Rp7,3 triliun. Menurut Nafan, hal ini diakibatkan oleh pandemi yang berkepanjangan, sehingga mengganggu pendapatan perseroan.

Bahkan, Mirae Asset memproyeksikan laba bersih Unilever kembali tertekan pada tahun ini, menjadi hanya Rp6,2 triliun. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan realisasi laba pada tahun 2020 dan 2019.

“Faktor lain yang membuat harga saham UNVR menurun, sebut saja adanya pembobotan indeks yang mendorong manajer investasi mengurangi bobot sahan UNVR,” ujarnya dalam diskusi bertajuk “Ada Apa dengan UNVR” yang disiarkan langsung melalui akun instagram @omfinchannel, Rabu, 18 Agustus 2021.

Nafan menyebut, saham UNVR telah mengalami breakdown dari support low sebelumnya sekitar Rp4.210 per lembar. Maka, potensi support yang akan kembali diuji oleh UNVR pada level Rp4.020 per lembar.

Sebagai faktor tambahan, lanjutnya, UNVR sudah melampaui -2 standar deviasi dan menyentuh -3. Secara valuasi, price to earning ratio (P/E) UNVR sebesar 25 kali. Bagi Nafan, catatan ini turut membuat investor cenderung bersikap wait and see.

Kendati demikian, saham UNVR berpeluang keluar dari fase downtrend menuju uptrend jika pergerakan saham UNVR sudah mulai menunjukan pola sideways dan minimal menyentuh MA20 sebagai level resistance, sehingga membawa kinerja sahamnya pada fase konsolidasi.

“Jika UNVR sudah bisa menembus MA60 sebagai resistance kedua, maka peluang terjadinya pola golden cross antara MA20 dan MA60 bisa terbuka lebar. Maka fase downtrend bisa berubah ke fase uptrend,” papar dia.

Selain itu, Nafan menilai bahwa para pelaku pasar juga akan mencermati strategi perseroan dalam meningkatkan penetrasi pasarnya di tengah PPKM Level 4 yang masih berlanjut. Selama ini, pangsa pasar Unilever cenderung untuk kalangan menengah atas.

“Jadi menurut saya Unilever perlu melakukan perubahan paradigma menuju middle to low, karena kesempatan itu terbuka lebar untuk perseroan di saat kondisi sekarang,” tuturnya.

Berita Terkait