Kinerja Positif, Menkeu Industri Pengolahan Sumbang Dana Pajak Paling Besar

25 Mei 2022 15:40 WIB

Penulis: Desi Kurnia Damayanti

Editor: Rizky C. Septania

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Trenasia / Ismail Pohan)

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa sampai dengan bulan April 2022, penerimaan pajak di seluruh sektor usaha mengalami kinerja positif. Hal ini disebabkan karena kondisi ekonomi Indonesia yang mulai berangsur-angsur membaik akibat dari pandemi COVID-19.

Wanita yang akrab dipanggil Ani ini menyebut industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dalam penerimaan pajak pada bulan April 2022 sebesar 30,2%. 

Kinerja positif industri ini mengalami pertumbuhan sebesar 50,6% pada bulan Januari sampai bulan April 2022. Pertumbuhan ini terhitung lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang minus 0,3%.

Selanjunya, kontributor penerimaan pajak terbesar kedua datang dari sektor perdagangan yang menyumbang sebesar 22,6%. Sektor ini tumbuh 63,1% pada bulan Januari sampai April 2022, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 1,8%.

“Ini kontributor kedua dan bahkan pada bulan April tumbuhnya 70,4 persen. Jumlah ini lebih tinggi dan signifikan dibandingkan kuartal I-2022 yang tumbuh tinggi sebesar 59,4 persen,” kata Menkeu dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan (kemenkeu) pada Rabu, 25 Mei 2022.

Kemudian Ani mengatakan sektor usaha jasa keuangan dan asuransi juga memberikan kontribusi sebesar 12,2% terhadap penerimaan pajak. Kinerja sektor ini tumbuh 24,3% pada bulan Januari hingga bulan April 2022.

Selain itu, sektor usaha pertambangan tercatat mengalami pertumbuhan sampai 259,5% pada bulan Januari hingga April 2022. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan harga komuditas tambang. 

Sektor lain yang juga mengalami pemulihan setelah sempat tertekan akibat pandemi Covid-19 yakni transportasi dan pergudangan. Tercatat sampai dengan bulan April 2022, penerimaan pajak dari sektor tersebut telah tumbuh 13,6%, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu minus 4,1%.

Adapun sektor konstruksi dan lahan juga mengalami pertumbuhan sebesar 21,2%. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang minus 18,3%. 

Berita Terkait