Sawit Moncer, Austindo Nusantara Jaya Berbalik Untung Rp182,60 Miliar

03 Agustus 2021 06:02 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Ilustrasi perkebunan kelapa sawit. / Pixabay

JAKARTA – Emiten perkebunan kelapa sawit PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mengumumkan kinerja operasi dan keuangan selama semester I-2021. Hasilnya cukup memuaskan, di mana perseroan berhasil membalikkan posisi rugi menjadi untung.

Hingga 30 Juni 2021, perseroan mencatat total produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebanyak 400.235 metrik ton (mt), naik sebesar 18,7% dibandingkan dengan produksi TBS 337.046 mt pada semester I-2020. 

Sementara itu, perkebunan Papua Barat perseroan yang baru memproduksi TBS 46.553 mt sepanjang enam bulan pertama tahun ini, 56,7% lebih tinggi dari produksi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 29.706 mt. 

Perkebunan Sumatra Utara I dan II mengalami penurunan produksi TBS masing-masing sebesar 11,4% dan 0,5%, sebagai dampak dari program penanaman kembali dan siklus pemulihan setelah produksi buah yang lebih tinggi tahun lalu. 

Sedangkan, perkebunan di Pulau Belitung dan Kalimantan Barat mencatat peningkatan produksi TBS yang signifikan masing-masing sebesar 34,9% dan 42,0%. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya area yang baru menghasilkan dari program penanaman kembali.

Pada kesempatan yang sama, produksi minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan inti sawit (palm kernel/PK) mengalami kenaikan masing-masing 18,6% dan 15,2% menjadi 132.910 mt dan 25.881 mt pada paruh pertama 2021.

Tak hanya itu, perseroan juga mencatat kenaikan volume penjualan CPO dan PK masing-masing sebesar 14,8% dan 15,3% menjadi sebesar 132.160 mt dan 25.777 mt pada semester I-2021, dibandingkan dengan penjualan CPO dan PK pada semester I-2021 masing-masing sebesar 115.139 mt dan 22.360 mt. 

Sepanjang periode enam bulan awal di 2021, tren harga CPO terus meningkat. Sehingga perseroan mencatat harga jual rata-rata (HJR) CPO sebesar US$719/mt atau lebih tinggi 31,2% dari HJR pada semester pertama tahun lalu dengan nilai US$548/mt.

Kinerja Keuangan

Sejalan dengan membaiknya kinerja operasional, pendapatan perseroan pada semester I-2021 melesat sekitar 65,7% year-on-year (yoy) menjadi US$120,4 juta atau setara Rp1,74 triliun (kurs Rp14.492 per dolar AS). 

Di sisi lain, penjualan kelapa sawit berkontribusi sebesar 99,2% terhadap total pendapatan perseroan atau sebesar US$119,4 juta. Realisasi ini juga melonjak 98,5% dibandingkan dengan paruh pertama tahun lalu, senilai US$71,5 juta.

Segmen sagu perseroan turut menyumbang US$438,1 ribu dari total pendapatan di semester awal tahun ini. Jumlah tersebut turun seraca tahunan dari periode yang sama 2020, dengan torehan US$642,8 ribu yang disebabkan oleh penurunan volume produksi dan penjualan.

Sedangkan, segmen energi terbarukan menyumbang sebesar US$277,3 ribu dari seluruh total pendapatan perseroan selama semester I-2021, atau lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu dengan realisasi sebesar US$285,6 ribu.

Tak sampai disitu, perseroan telah memulai ekspor edamame bekunya ke Jepang pada Maret 2021 dan kembali menerima pesanan (repeat order) dari pembeli yang sama untuk batch berikutnya. Pendapatan penjualan edamame perseroan tercatat naik 25,2% yoy menjadi US$235,9 ribu.

Dengan berbagai capaian itu, ANJT meraup laba bersih sebesar US$12,6 juta atau setara Rp182,60 miliar pada semester I-2021. Angka tersebut berbanding terbalik dari periode yang sama tahun lalu, di mana perseroan mencatat rugi bersih sebesar US$5,5 juta atau sekitar Rp79,71 miliar.

Catatan itu membuat EBITDA perseroan mengalami kenaikan dari US$8,0 juta pada semester awal tahun lalu menjadi US$31,6 juta pada semester I-2021 dan marjin EBITDA naik dari 11,1% pada 6M2020 menjadi 26,3% pada 6M2021. 

Berita Terkait