Kinerja Moncer, Kalbe Farma (KLBF) Naikkan Target Penjualan dan Laba Bersih 2021

25 Oktober 2021 15:30 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) / Dok. Kalbe Farma

JAKARTA – Perusahaan farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) merevisi naik target pertumbuhan penjualan tahun ini menjadi sebesar 11%- 13%. Angka yang sama juga ditargetkan untuk pertumbuhan laba bersih perseron.

Manajemen menyebut revisi ini sejalan dengan kinerja perusahaan yang membaik hingga kuartal III-2021. Sebelumya, KLBF menargetkan pertumbuhan di lini penjualan sebesar 7%-10%.

“Selain itu, Kalbe Farma pada tahun ini juga mempertahankan anggaran belanja modal sebesar Rp1 triliun yang akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi,” ungkap manajemen dalam siaran resmi, Senin, 25 Oktober 2021.

Kemudian, untuk rasio pembagian dividen, tetap dipertahankan pada rasio 45%-55% dengan memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan pendanaan internal.

Saat ini, perseroan mengaku tengah melakukan inovasi melalui PT Kalbe Genexine Biologics dengan melakukan riset dan uji klinis. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menemukan produk baru di Asia Tenggara, Australia dan Timur Tengah.

Manajemen optimistis Kalbe Farma dapat konsisten melakukan aktivitas riset dan pengembangan melalui sinergi Akademisi, Business, Government dan Komunitas (ABGK).

“Kami terus berkolaborasi menghasilkan produk dan layanan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, serta membuka peluang dengan berbagai pihak, baik dalam bentuk joint-venture maupun akuisisi,” jelasnya.

Sebagai informasi, per kuartal III-2021, Kalbe Farma membukukan laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp2,28 triliun untuk periode kuartal III-2021.

Laba tersebut naik 12,8% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan kuartal III-2020 yang sebesar Rp2,02 triliun.

Di samping itu, perseroan juga berhasil meraup penjualan sebesar Rp19 triliun pada periode ini. Jumlah ini lebih tinggi 11,7% yoy ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar Rp17 triliun.

Adapun penjualan tersebut mayoritas berasal dari domestik yang mencakup obat resep, produk kesehatan, nutrisi dan distribusi serta logistik sebesar Rp18,2 triliun. Penjualan domestik ini meningkat  12,3% yoy dari kuartal III-2020 sebesar Rp16,2 triliun.

Sementara itu, penjualan ekspor juga meningkat meski tipis, yakni 2,94% yoy dari Rp859 miliar menjadi Rp884 miliar.

Di sisi lain, beban pokok penjualan membengkak menjadi minus Rp10,8 triliun per kuartal III-2021. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, beban pokok penjualan Kalbe Farma minus Rp9,3 triliun.

Kalbe Farma mencatat total liabilitas perseroan sebesar Rp4,27 triliun, turun dibandingkan dengan akhir tahun lalu yang sebesar Rp4,28 triliun.

Sebaliknya, total ekuitas Kalbe Farma naik 9,3% menjadi sebesar Rp19,9 triliun, dari Rp18,2 triliun per Desember 2020. Untuk kas dan setara kas, tercatat Rp5,64 triliun atau naik 8,4% year-to-date (ytd) dari Rp5,2 triliun per akhir 2020.

Hingga September 2021, total aset Kalbe Farma mencapai Rp24,2 triliun, naik dari Rp22,5 triliun per Desember 2020.

Berita Terkait