Kinerja Merosot, Begini Strategi Grup Hero Pasca Tekanan Pandemi

10 Desember 2021 20:30 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Vega Aulia

Foto: Hero Supermarket

JAKARTA – PT Hero Supermarket Tbk (HERO), emiten ritel yang menangani tiga merek dagang, yakni Hero Supermarket, Guardian dan IKEA, menyiapkan berbagai strategi pascatekanan pandemi yang memengaruhi kinerja perseroan.

Hingga kuartal III-2021, pendapatan bersih perseroan turun 35,2% year-on-year (yoy) menjadi Rp4,45 triliun dari Rp6,83 triliun. Di kesempatan yang sama, rugi periode berjalan membengkak dari Rp339 miliar menjadi Rp747 miliar per akhir September 2021.

Presiden Direktur Hero Supermarket, Patrik Lindvall mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti sejauh mana dampak pandemi terhadap perseroan. Namun, ia tetap yakin pada rencana transformasinya untuk dapat meraih kesuksesan jangka panjang.

Ia memastikan, perseroan akan melakukan pengembangan bisnis dengan meningkatkan investasi pada brand utamanya, yakni IKEA, Guardian, dan Hero. 

“Kami berkomitmen untuk terus menyediakan layanan terbaik bagi pelanggan kami dan memastikan agar kesejahteraan mereka tetap terjaga,” ujarnya melalui paparan publik virtual yang digelar Kamis, 9 Desember 2021.

Selain itu, perseroan juga memanfaatkan luasnya jangkauan portofolio dan kemampuan HERO Group untuk dapat menanggapi adanya perubahan pola dalam memenuhi permintaan konsumen. 

Bahkan, kata dia, IKEA telah melakukan penambahan tiga gerai baru dan Hero Supermarket pun turut membuka enam gerai terbarunya di empat kota di Indonesia. 

Selanjutnya, Guardian juga terus memperluas jaringan dan memperkuat proposisi pelanggan. Seluruh capaian ini merupakan bagian dari rencana transformasi multi tahun untuk memastikan bahwa seluruh bisnis perseroan menjadi lebih inklusif, terjangkau dan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. 

Pihaknya juga berencana untuk menambah gerai-gerai Guardian baru hingga akhir tahun 2022 dan terus berupaya untuk melakukan investasi pada infrastruktur rantai pasok. IKEA diharapkan dapat melipatgandakan ruang bisnisnya dari level 2020 dalam dua hingga tiga tahun ke depan. 

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham HERO merosot 0,53% ke level harga Rp1.860 per lembar pada penutupan perdagangan Jumat, 10 Desember 2021. Saat ini, perseroan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp7,78 triliun. 

Berita Terkait