Kinerja ESSA Milik Konglomerat Boy Thohir dan TP Rachmat Anjlok Diterpa Pandemi

22 Maret 2021 07:21 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Emiten pemurnian gas PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) / Sep.co.id

JAKARTA – Emiten milik konglomerat Garibaldi ‘Boy’ Thohir dan TP Rachmat, PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), membukukan pendapatan sebesar US$175,51 juta atau Rp2,48 triliun (kurs Rp14.104 per dolar Amerika Serikat).

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi audit tahun 2020 yang dirilis melalui BEI, angka ini anjlok sekitar 21% secara tahunan dibandingkan dengan pendapatan tahun 2019 yang mencapai US$221,91 juta atau Rp3,13 triliun.

Dengan anjloknya pendapatan akibat terpaan pandemi sepanjang tahun lalu, perseroan mencatat rugi bersih sebesar US$33,57 juta. Angka ini berbanding terbalik dari tahun sebelumnya, saat perseroan masih meraup laba bersih US$589.943.

Kinerja operasional perseroan turut mengalami tekanan di tengah pelemahan harga serta penurunan produksi amonia pada tahun 2020. Produksi LPG ESSA anjlok 17,9% year-on-year (yoy) dari 74.871 MT pada 2019 menjadi 61.448 MT pada tahun lalu.

Setali tiga uang, produksi kondensat ESSA pada 2020 sebesar 139.961 barel atau ambles 15,1% yoy dari 164.948 barel di 2019. Disusul produksi amonia yang juga menurun 13,9% menjadi 659.734 MT pada periode tahun lalu dari 766.988 MT pada tahun 2019).

“Ke depan, ESSA akan terus meningkatkan kinerjanya seiring dengan pemulihan harga dan permintaan di pasar global,” kata Presiden Direktur & Chief Executive Officer ESSA Vinod Laroya. (SKO)

Berita Terkait