Kinerja BUMN Waskita Karya Terjungkal, 3 Bulan Rugi Rp46,09 Miliar

30 Juni 2021 06:03 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Gedung Waskita Heritage dikawasan MT Haryono, Jakarta Selatan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) harus mencatatkan rugi bersih Rp46,09 miliar sepanjang kuartal I-2021. Capaian ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu yang berhasil mencatat laba bersih Rp42,69 miliar.

Mengutip laporan keuangan WSKT di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 29 Juni 2021, perusahaan konstruksi pelat merah ini membukukan pendapatan Rp2,67 triliun pada kuartal I-2021. Jumlah ini merosot 35,81% dari kuartal I-2020 yang tercatat sebesar Rp4,19 triliun.

Penurunan pendapatan ini disebabkan penurunan pendapatan WSKT di sektor pendapatan utamanya. Pendapatan sektor konstruksi, misalnya, turun 35,77% menjadi Rp2,28 triliun pada kuartal I-2021. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan konstruksi WSKT tercatat Rp3,55 triliun.

Pendapatan precast juga terjun 64,88% menjadi Rp98,56 miliar dari sebelumnya Rp280,72 miliar. Pendapatan properti terjerembab lebih parah, turun 84,19% menjadi Rp26,92 miliar dari sebelumnya Rp170,37 miliar.

Di sisi lain, terdapat kenaikan 160,42% di pos pendapatan dari kenaikan bunga jasa konstruksi menjadi Rp64,82 miliar dari sebelumnya Rp24,89 miliar. Meski begitu, pos pendapatan dari sini tidak berkontribusi besar terhadap total pendapatan WSKT.

Pendapatan jalan tol juga meningkat 52,39% menjadi Rp175,22 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan jalan tol WSKT tercatat sebesar Rp114,98 miliar.

WSKT tercatat dapat menekan beban pokok pendapatan sebesar 29,12% menjadi Rp2,36 triliun pada kuartal I-2020. Pada periode yang sama tahun lalu, beban pokok pendapatan tercatat Rp3,33 triliun. Catatan ini membuat laba kotor WSKT menjadi Rp306,35 miliar, turun 63,39% dari kuartal I-2020.

Posisi kas perusahaan pun tertekan, terjadi penurunan kas dan setara kas sebesar Rp403,91 miliar sepanjang kuartal I-2021. Ini membuat posisi kas WSKT tercatat Rp806,51 miliar, turun dari posisi awal tahun sebesar Rp1,21 triliun.

Aset perusahaan tercatat sebesar Rp105,02 triliun, turun tipis dari posisi awal tahun sebesar Rp105,59 triliun. Aset ini terdiri dari aset lancar sebesar Rp31,86 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp73,15 triliun.

Sementara itu, liabilitas WSKT masih tercatat jauh lebih besar dari ekuitasnya. Liabilitas tercatat Rp88,52 triliun, turun tipis dari posisi awal tahun Rp89,01 triliun. Ekuitas perusahaan tercatat Rp16,49 triliun, turun tipis dari posisi awal tahun Rp16,57 triliun.

Akrobat Waskita Restrukturisasi Utang
Penandatanganan penjualan saham Tol Medan-Kualanamu / Dok. Waskita Karya

Sejak Juni ini, Waskita sedang gencar-gencarnya merestrukturisasi utang-utangnya di anak-cucu usahanya dengan total Rp12,51 triliun. Teranyar, cucu usaha dari anak usaha PT Waskita Toll Road, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga, melakukan restrukturisasi utang sebesar Rp3.498.899.000.000 atau sekitar Rp3,49 triliun.

Sindikasi kredit ini terdiri dari 3 kreditur, yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO).

Relaksasi perjanjian sindikasi bank kepada KKDM adalah ini membuat tingkat suku bunga triwulanan dibayarkan sebesar 3% terhitung sejak 25 April 2021 sampai dengan 24 Maret 2022.

Lalu, suku Bunga yang ditangguhkan sebesar (reference rate + margin dikurangi 3,00%) sejak tanggal 25 April 2021 sampai dengan tanggal 24 Maret 2022. Terhitung pada tanggal 25 Maret 2022 suku bunga yang berlaku sesuai dengan tingkat suku bunga yang ditetapkan (reference rate + margin).

KKDM merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan pengelola Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dengan panjang 16,02 kilometer.

Sebelumnya, WSKT juga merestrukturisasi utang cucu usahanya dari WTR lainnya, yaitu PT Waskita Bumi Wira (WBW). Untuk WBW, utang yang direstrukturisasi sebesar Rp4,74 triliun.

Relaksasi perjanjian sindikasi bank yang diberikan kepada WBW untuk fasilitas tranche 1A dan fasilitas Tranche 1B antara lain tingkat suku bunga yang dibayarkan sebesar 3% pada tanggal pembayaran bunga (3 bulan atau triwulan) terhitung sejak tanggal 25 April 2021 sampai dengan tanggal 25 Maret 2022.

Kemudian, suku bunga yang ditangguhkan sebesar (reference rate + margin dikurangi 3%) sejak tanggal 25 April 2021 sampai dengan tanggal 25 Maret 2022, dibayarkan pada tanggal pembayaran bunga ditangguhkan.

WBW merupakan BUJT pengelola Jalan Tol ruas Krian-Legundi-Bunder-Manyar yang memiliki panjang 38,29 km yang telah beroperasi sejak 28 November 2020. Ruas tol ini menjadi alternatif arus logistik dari wilayah Mojokerto menuju Gresik.

Pada 2 Juni 2021, Waskita juga berhasil mendapat restrukturisasi kredit untuk cicit usahanya, PT Pejagan Pemalang Toll Road (PPTR). Restrukturisasi ini untuk utang senilai Rp4,55 triliun yang seharusnya jatuh tempo 24 Mei 2021.

Restrukturisasi kredit ini terbagi tiga, pertamakredit investasi dengan skema bunga berjenjang (staging interest) senilai Rp2,62 triliun tanggal jatuh temponya jadi maksimal 14 tahun sejak restrukturisasi ditandatangani atau berakhir pada 2035.

Kedua, kredit investasi dengan skema penundaan bunga sebagian (deferred interest) senilai Rp987,07 miliar juga diubah tanggal jatuh temponya jadi maksimal 14 tahun atau berakhir pada 2035.

Ketiga, kredit investasi junior loan dengan skema deferred interest senilai Rp950,31 miliar mendapat perpanjangan jatuh tempo yang lebih lama, yaitu 15 tahun atau berakhir pada 2036. (RCS)

Berita Terkait