Kinerja Apik Bank BUMN Semester I-2021, BRI Memimpin Bank Mandiri Paling Mini

16 Agustus 2021 16:06 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Bank yang termasuk dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)

JAKARTA – Di tengah situasi pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19, dunia usaha dan keuangan harus berjibaku mencari strategi agar perusahaan mampu bertahan hingga tetap meraih pundi-pundi keuntungan.

Tercermin dari empat anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang menuai hasil positif pada semester I-2021.

Jika diurutkan berdasarkan pertumbuhan laba bersihnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin pertumbuhan laba bank pelat merah. Pada semester I-2021, laba bersih BRI tumbuh 22,61% year on year (yoy).

Di urutan paling bontot, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tercatat menjadi satu-satunya anggota Himbara yang mengalami pertumbuhan single digit yakni 5,68% yoy.

Berikut kinerja 4 bank pelat merah pada semester I-2021:

1. Bank BRI, Naik 22,61% 

BRI memimpin kenaikan laba bersih sebesar 22,61% (yoy) menjadi Rp12,47 triliun pada semester I-2021 dari periode tahun sebelumnya Rp10,17 triliun. Perolehan laba bersih ditopang peningkatan pendapatan bunga yang tercatat naik 5,83% yoy menjadi Rp59,87 triliun dari semester pertama tahun lalu Rp56,57 triliun.

Sayangnya, hingga semester I-2021, BRI mengalami penyusutan aset sebesar 4,03% menjadi Rp1.450 triliun dari posisi kuartal IV-2020 yakni Rp1.511 triliun. 

Tak heran, DPK BRI juga terpantau turun 2,58% menjadi Rp1.092 triliun pada semester I-2021, dari kuartal IV-2020 sebesar Rp1.121 triliun. Kabar baiknya, bank yang menjadi induk Holding Ultra Mikro ini mencatat kenaikan penyaluran kredit sebesar 3,32% menjadi Rp929,41 triliun dari posisi akhir 2020 Rp899,46 triliun.

2. BTN, Naik 19,86%

BTN mencatat kenaikan laba bersih sebesar 19,86% yoy pada semester I-2021. Sepanjang enam bulan pertama 2021, laba BTN naik dari Rp767,57 miliar  menjadi Rp920,06 miliar.

Bank Himbara paling mungil ini juga berhasil memperkuat aset dengan pertumbuhan mencapai 5,34%. Dengan begitu, BTN berhasil memiliki aset sebesar Rp380,51 triliun pada semester I-2021, sementara pada akhir tahun lalu masih berada di posisi Rp Rp361,20 triliun.

Tak hanya itu, BTN juga melaporkan kenaikan DPK sebanyak 6,89% menjadi Rp298,37 triliun dari sebelumnya Rp279,13 triliun. Sedangkan penyaluran kredit BTN tumbuh 1,69% menjadi Rp239,04 triliun dari sebelumnya Rp235,05 triliun.

3. BNI, Naik 12,80%

Emiten pelat merah Bank BNI merealisasikan laba bersih sebesar Rp5,03 triliun pada semester I-2021. Naik 12,80% dari Rp4,45 triliun pada semester I-2020.

Selain itu, penyaluran kredit BNI juga tercatat naik 4,5% yoy menjadi Rp569,7 triliun pada semester I-2021.

Adapun DPK naik sama besarnya yakni 4,5% yoy menjadi Rp569,7 triliun. Kenaikan DPK menjadi penyangga aset perseroan, sehingga total aset BNI pada paruh pertama 2021 mencapai Rp875,13 triliun atau naik 5%. 

4. Bank Mandiri, Naik 5,68%

Hingga semester I-2021, Bank Mandiri mencatat laba bersih senilai Rp12,50 triliun pada. Tumbuh 5,68% dibandingkan dengan laba bersih BNI pada semester I-2020 senilai Rp10,29 triliun.

Bank berlogo pita kuning ini juga meraup pendapatan sebesar Rp48,11 triliun, naik 4,46% dari posisi semester I-2020 Rp45,19 triliun. Perseroan juga mencatat, gemuknya DPK  pada semester ini yakni sejumlah Rp1.169 triliun, melesat 11,65% dari posisi akhir 2020  Rp1.047 triliun.

Meski paling kecil mencetak pertumbuhan laba, namun pada paruh pertama tahun ini, Bank Mandiri berhasil menggeser BRI sebagai bank pemegang aset terbesar di Indonesia. 

Per semester I-2021, Bank Mandiri mencatat aset bank konsolidasian mencapai Rp1.580 triliun, tumbuh 10,56% dibandingkan dengan kuartal IV-2020 Rp1.429 triliun.

Tak hanya itu, Bank Mandiri juga sukses menumbuhkan penyaluran kredit pada semester I-2021. Penyaluran kredit Bank Mandiri mampu naik 13,97% menjadi Rp991,78 triliun dari posisi kuartal IV-2020 Rp870,14 triliun.

Berita Terkait