Kilang Terbesar di Indonesia Milik Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Hingga Tahun Baru 2022

27 Desember 2021 11:00 WIB

Penulis: Muhammad Farhan Syah

Editor: Vega Aulia

Ilustrasi kilang minyak PT Pertamina (Persero) / Pertamina.com

JAKARTA – Kilang terbesar di Indonesia milik perusahaan minyak dan gas (migas) pelat merah, PT Pertamina (Persero) yang terletak di Cilacap yakni Refinery Unit (RU) IV Cilacap memastikan produksi maupun pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap aman pada momentum Natal 2021 dan jelang Tahun Baru 2022 (Nataru).

Hal tersebut dijelaskan oleh General Manager PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap Eko Sunarso.

Dirinya memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional di kilang Cilacap tetap akan berjalan dengan aman dan normal saat suasana hari raya Natal dan perayaan Tahun Baru.

“Dengan sumber daya lebih dari 2.500 pekerja dan mitra kerja, kami berkomitmen mengemban amanah dan tanggung jawab penuh menjaga keberlangsungan operasional kilang. Baik di saat normal, terlebih di masa Nataru yang diperkirakan terjadi kenaikan permintaan BBM dan LPG di masyarakat,” ujar Eko dalam keterangan resmi dikutip pada Senin, 27 Desember 2021.

Lebih lanjut Eko mengatakan, kilang sebagai obyek vital Nasional merupakan aset penting yang harus dijaga bersama pengamanannya agar operasional tidak mengalami gangguan dari hal-hal yang tidak diharapkan.

"Dengan operasional normal serta budaya HSSE (Health, Safety, Security, and Enviroment) yang menjadi pegangan seluruh pekerja dan mitra akan berbanding lurus dengan produktivitas sehingga pasokan BBM dan LPG ke terminal BBM juga akan berada dalam kondisi aman," lanjut Eko.

Kilang yang dimiliki oleh Pertamina dan dikelola oleh anak perusahaannya yakni PT KPI RU IV Cilacap ini memang memiliki peranan yang strategis dalam menopang kebutuhan BBM nasional. 

Kapasitas olah crude (minyak mentah) di Cilacap mencapai 348.000 barrel per hari (BOPD) atau sekitar 33,4% dari kapasitas kilang nasional dan menopang 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa. 

Berita Terkait