KIJA Digitalisasi Ribuan Tenant di Kawasan Industri Jababeka Lewat ERP System

14 Oktober 2021 12:00 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Rizky C. Septania

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) / Jababeka.com

JAKARTA – PT Jababeka Tbk (KIJA) melalui anak usahanya PT Jababeka Infrastruktur, menggandeng PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) untuk mendigitalisasi kawasan industri Jababeka.

Penandatanganan surat perjanjian kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama Jababeka Infrastruktur Tjahjadi Rahardja dan Direktur Utama Global Sukses Solusi Sony Rachmadi Purnomo.

Tjahjadi mengatakan, pihaknya merespons positif kolaborasi ini. Menurutnya, perseroan memang tengah mempersiapkan kawasan tersebut untuk menyongsong era industri 4.0.

“Tujuan kerja sama ini untuk memperkenalkan Enterprise Resource Planning (ERP) system kepada para tenant di kawasan industri Jababeka,” mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 14 Oktober 2021.

Proses digitalisasi, lanjutnya, tidak bisa dihindari karena kompetisi membutuhkan banyak hal, salah satunya ERP system.

Latar belakang kerja sama juga didasari oleh RUNS yang merupakan produk Indonesia sehingga dinilai dapat memberikan dukungan dari basis yang tersedia.

Sementara itu, Direktur Utama Global Sukses Solusi Sony Rachmadi Purnomo optimistis kolaborasi tersebut dapat memberikan peluang strategis bagi kedua belah pihak.

“Kami optimistis dapat menyasar pasar domestik maupun mancanegara,” ujarnya. Terkait hal ini, nantinya RUNS akan membantu ribuan tenant industri di kawasan Jababeka dengan menerapkan RUN System ERP.

Dalam waktu dekat, perseroan akan melakukan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman business benefit dan operational benefit yang berpeluang untuk diraih.

Sebagai informasi, per semester I-2021 total pendapatan perseroan tercatat turun menjadi sebesar Rp1,1 triliun. Angka ini turun 11% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan semester I-2020 sebesar Rp1,25 triliun.

Hal ini disebabkan oleh unit bisnis Pilar Land Development & Property KIJA yang mengalami penurunan pendapatan 34% yoy menjadi Rp436,3 miliar pada semester I-2021. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan bisnis ini tercatat sebesar Rp663,1 miliar.

Selain itu, penurunan pendapatan ini terutama disebabkan oleh merosotnya penjualan produk industri tanah matang dan tanah dengan bangunan pabrik, masing-masing menjadi Rp217,5 miliar dan Rp19,1 miliar.

Kemudian, pada periode ini KIJA juga menelan rugi bersih sebesar Rp142 miliar pada semester pertama 2021. Rugi ini membengkak dibandingkan dengan rugi bersih per semester I-2020 sebesar Rp84,2 miliar.

Sementara itu, jumlah penjualan tanah matang dari Cikarang dan Kendal masing-masing sebesar Rp31,6 miliar dan Rp495,4 miliar pada semester I-2021.

Meskipun demikian, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi minus Rp680 miliar. Padahal beban pos ini per semester I-2020 tercatat minus hingga Rp755 miliar.

Adapun EBITDA perseroan yang dibukukan sebesar Rp330,5 miliar, turun 12% yoy dibandingkan Rp375,2 miliar pada semester I-2020.

Kemudian, total liabilitas meningkat menjadi Rp6,1 triliun, dibandingkan dengan Rp5,9 triliun per akhir 2020. Sebaliknya, total ekuitas turun tipis dari Rp6,2 triliun per Desember 2020 menjadi Rp6,1 triliun pada periode ini.

Sepanjang paruh pertama semester ini, total aset yang dibukukan perseroan tercatat sebesar Rp12,3 triliun, naik dari Rp12,2 triliun per akhir tahun lalu.

Berita Terkait