Kian Tergerus, Saham ASABRI di Bank Neo Commerce (BBYB) Hanya Tersisa 5,62 Persen

12 Agustus 2021 10:15 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

PT Bank Neo Commerce Tbk. resmi menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II, setelah melakukan penambahan modal atau right issue Rp150 miliar pada Juli 2020. Dengan perubahan status tersebut, perseroan akan melakukan transformasi digital dengan sasaran pasar milenial. / Perseroan

JAKARTA – PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau ASABRI kembali melego kepemilikan sahamnya di PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). Perusahaan yang tengah tersangkut kasus dugaan korupsi ini kembali menjual 90 juta lembar saham BBYB pada Selasa, 10 Agustus 2021.

Dengan demikian, penempatan saham ASABRI di BBYB berkurang dari 6,82% menjadi 5,62%. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu melepas saham ASABRI di tengah pergerakan saham BBYB yang melaju kencang.

Bahkan, saham BBYB telah masuk dalam pantauan bursa karena bergerak di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA). Kendati demikian, Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan menyebut tidak mengetahui adanya fakta material tertentu yang mempengaruhi nilai saham perseroan.

“Kami perlu sampaikan bahwa sampai saat ini perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perseroan,” kata Tjandara dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis, 12 Agustus 2021.

Dalam sepekan terakhir, saham BBYB telah mengalami pertumbuhan hingga 19%. Sementara dalam periode sebulan terakhir, nilai saham BBYB telah menguat 142,7%.

Pada perdagangan sesi I, Kamis, 12 Agustus 2021, saham BBYB dibuka di level Rp1.430 per lembar. Meski secara perlahan dilepas ASABRI, Bank Neo tercatat getol melakukan aksi korporasi untuk mempertebal modal inti pada tahun ini.

Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharuskan bank memiliki modal inti minimum Rp2 triliun pada tahun ini dan Rp3 triliun pada 2022.

Perseroan baru saja mengumumkan akan menyelenggarakan rights issue  pada Penawaran Umum Terbatas (PUT) V, dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya lima miliar saham baru. Adapun nilai nominal yang ditetapkan sebesar Rp100 per lembar saham.

Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan yang diumumkan pada 2 Juni 2021. Dana yang diperoleh dari hasil PUT V setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan sebagai modal kerja pengembangan usaha berupa penyaluran kredit dan kegiatan operasional perbankan lainnya.

Mengutip prospektus perseroan yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI),  sebanyak 5 miliar saham atau 40,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT V ini seluruhnya merupakan saham yang dikeluarkan dari portepel perseroan.

Berita Terkait