Ketegangan Meningkat, Amerika Tumpuk Tiga Kapal Induk di Indo Pasifik

WASHINGTON-Amerika mengerahkan tiga kelompok tempur kapal induknya ke kawasan Indo-Pasifik. Ini berarti seperempat dari 11 kapal induk Amerika ditumpuk di wilayah yang suhunya semakin panas seiring ketegangan dengan China tersebut.

USS Nimitz dari San Diego, California dan USS Ronald Reagan dari Yokosuka Jepang digerakkan ke Pasifik pada Rabu 11 Juni 2020. Kedua kapal induk kelas Nimitz dengan bobot masing-masing lebih dari 100.000 ton tersebut bergerak dengan kekuatan penuh. Kapal membawa membawa puluhan jet tempur pesawat pengintai dan helikopter serta kelompok tempur lainnya yang terdiri dari sejumlah kapal penjelajah, destroyer dan kapal selam.Kapal induk lain yang dikerahkan adalah USS Theodore Roosevelt, yang meninggalkan Guam pekan lalu.

Penyebaran simultan tiga dari 11 kapal induk aktif Amerika adalah unjuk kekuatan pertama dari jenisnya dalam hampir tiga tahun. Ini merupakan hal yang tidak biasa mengingat penyebaran kapal induk yang terkonsentrasi biasanya terbatas.

Rear Admiral Stephen Koehler, Direktur Operasi Komando Angkatan Laut Indo-Pasifik Amerika  mengatakan kemampuan untuk hadir dengan cara yang kuat adalah bagian dari kompetisi. Dia mengatakan Kapal induk dan kelompok tempurnya yang besar merupakan simbol fenomenal kekuatan angkatan laut Amerika.

Koehler mengakui bahwa penyebaran Indo-Pasifik bukanlah sesuatu yang Amerika akan dapat mempertahankan secara permanen.

Pengerahan tiga kelompok tempur kapal induk terjadi setelah meningkatnya ketegangan terbaru antara Amerika dan China setelah kementerian pertahanan Taiwan mengizinkan pesawat kargo C-40A Angaktan Laut Amerika terbang di menerbangkan sekitar pulau dalam perjalanan dari Okinawa ke Thailand. China mengecam insiden itu sebagai provokatif.

Ketegangan Amerika-China atas Taiwan hanyalah yang terbaru dari serangkaian peningkatan dalam beberapa bulan terakhir terkait dengan coronavirus, perang dagang, kompetisi teknologi, pengendalian senjata, Hong Kong dan masalah lainnya.

Tags:
angkatan lautlaut china selatanmiliter chinateknologi militer
%d blogger menyukai ini: