Kereta Cepat Transit di Padalarang, Hunian di Bandung Barat Menggeliat

12 November 2021 10:30 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Vega Aulia

Nampak sejumlah pekerja tengah menyelesaikan proyek kereta cepat Jakarta Bandung di kawasan Cikunir Bekasi, Jumat 3 September 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Country Manager Rumah.com Marine Novita menilai, keputusan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menjadikan Stasiun Padalarang sebagai stasiun penghubung berdampak positif pada pengembangan properti di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dalam catatannya, perkembangan pesat wilayah KBB mulai terasa sejak 2000, dengan pengembangan Kota Baru Parahyangan (KBP) sebagai proyek hunian kota satelit seluas 1.250 hektar yang menjadi komplek hunian terbesar di wilayah Bandung Raya. 

“Beberapa komplek hunian lain juga muncul di lokasi yang berdekatan. Beberapa titik di wilayah KBB yang mengalami perkembangan paling cepat adalah Padalarang, Lembang, dan Ngamprah,” kata Marine dalam keterangan resmi, Jumat 12 November 2021.

Marine menjelaskan, data-data menunjukkan potensi investasi maupun hunian pribadi di Kabupaten Bandung Barat. Salah satu indikatornya, Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) untuk indeks harga rumah di Bandung Barat belum merangkak naik.

Pada kuartal III-2021, indeks harga rumah di Bandung Barat mengalami penurunan sebesar 3,2% quarter-to-quarter (qtq). Sedangkan secara tahunan, indeks harga rumah di Bandung Barat juga turun cukup signifikan sebanyak 9% year-on-year (yoy). 

“Kendati demikian, penurunan dari sisi indeks harga tidak terjadi untuk indeks suplai yang justru meningkat tajam,” terang dia.

Pada kuartal III-2021, indeks suplai rumah mengalami kenaikan sebesar 23,5% secara kuartalan dibandingkan kuartal II-2021. Bahkan yang lebih menarik adalah indeks suplai rumah di Bandung Barat berhasil meningkat sebanyak 111,2% secara tahunan.

Sebagai informasi, KBB sebagai wilayah yang secara resmi berdiri pada 2007 kini tengah menggeliat dan berkembang sangat cepat. Kabupaten ini memiliki wilayah seluas 1.305,77 kilometer persegi dengan pusat pemerintahan di Kecamatan Ngamprah yang terletak di jalur Bandung-Jakarta.

Sementara itu, proyek pembangunan KCJB hingga awal November ini progresnya telah mencapai sekitar 80% dan ditargetkan bisa beroperasi pada akhir 2022. Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki panjang lintasan 142,3 kilometer dan semula direncanakan untuk berangkat dari Stasiun Halim di Jakarta, singgah di Stasiun Karawang, lalu Stasiun Walini di Bandung Barat, dan berakhir di Stasiun Tegalluar Kabupaten Bandung. 

Namun, belakangan Stasiun Walini ditunda dan Kereta Cepat akan transit di Stasiun Padalarang sebagai penghubung menuju kota Bandung sebelum akhirnya sampai di Stasiun Tegalluar Kabupaten Bandung.

Berita Terkait