Keran Ekspor Dibuka Lagi, Luhut Jamin Ketersediaan dan Harga Minyak Goreng di Kisaran Rp14-15 Ribu

06 Juni 2022 07:30 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Fakhri Rezy

Pekerja mengemas minyak goreng curah di kios Pasar Senen, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng curah di kisaran harga Rp14-15 ribu setelah keran ekspor kembali dibuka.

Luhut menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait pasokan dan harga minyak goreng karena pemerintah terus melakukan upaya untuk melakukan pengendalian dan pengawasan.

Ia pun mengatakan, kebijakan pemerintah untuk membuka lagi ekspor minyak goreng dapat berdampak positif kepada penghasilan petani sawit sehingga kondisi yang didorong oleh kasus penimbunan dan monopoli pun dapat diminimalisasi.

"Keran ekspor telah kembali dibuka. Kami telah membuka peluang lebih 1 juta ton ekspor yang dilakukan. Secara bertahap, ini sudah berjalan dengan menggunakan basis kontribusi realisasi domestik pada program Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH)," ujar Luhut dalam Konferensi Pers Update Ketersediaan dan Keterjangkauan Minyak Goreng yang disiarkan secara virtual, Minggu, 5 Juni 2022.

Luhut pun mengatakan, jumlah crude palm oil (CPO) yang bisa diekspor saat ini mencapai 302 ribu ton dan pemerintah berkomitmen akan terus memantau kinerjanya dan menjaga agar harga tandan buah segar (TBS) tidak kurang dari Rp2.500 perkilogram.

Selain mengizinkan ekspor, pemerintah pun telah mengubah kebijakan minyak goreng curah dari basis subsidi ke pemenuhan kewajiban pasar domestik (domestic market obligation/DMO).

Kebijakan itu diinisiasi untuk memastikan ketersediaan minyak goreng di harga yang terjangkau setelah larangan ekspor dicabut.

"Dalam tahap peralihan ini, jumlah DMO yang ditetapkan pemerintah sejak 1 juni adalah sebesar 300 ribu ton minyak goreng perbulan. Jumlah ini 50% lebih tinggi dari kebutuhan minyak goreng kita," terang Luhut.

Luhut juga mengumumkan bahwa pemerintah akan menyalurkan minyak goreng curah dengan nilai yang dipatok berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) di kisaran Rp14-15 ribu.

"Untuk kompensasi penambahan biaya angkut, pemerintah akan memberikan kompensasi penambahan angka pengali ekspor. Melalui mekanisme ini, minyak goreng curah bisa dijangkau di seluruh pelosok tanah air," tegas Luhut. 

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya telah menugaskan Luhut untuk menangani drama minyak goreng di Indonesia.

Setelah subsidi minyak goreng dicabut pada akhir April, ditemukan bahwa harga minyak goreng di sejumlah pasar masih relatif tinggi di atas HET yang ditetapkan pemerintah dengan nilai Rp14 ribu perliter.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategi (PIHPS) Nasional per 3 Juni 2022, harga minyak goreng curah di wilayah DKI Jakarta masih berada di kisaran angka Rp18.400 perliter. Harga yang paling tinggi di atas HET berlaku di Kabupaten Merauke yang angkanya mencapai Rp30 ribu perliter.  

Sementara itu, Luhut juga mengatakan bahwa dari inspeksi yang dilakukan di lapangan, masih ditemukan kasus harga minyak goreng yang tinggi dan mengindikasikan aksi penimbunan dan monopoli yang masih marak terjadi. 

Berita Terkait