Kenali Istilah Coronasomnia dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Tubuh

23 Juli 2021 11:05 WIB

Penulis: Justina Nur Landhiani

Insomnia

JAKARTA - Insomnia merupakan salah satu masalah yang kerap dialami banyak orang, bahkan sebelum pandemi. Gangguan tidur ini ternyata justru berkembang semakin parah sejak munculnya pandemi COVID-19 akibat virus Corona.

Istilah Coronasomnia, merupakan gangguan atau masalah tidur yang terkait karena pandemi COVID-19. Pandemi menimbulkan tingkatan stres dan kecemasan, yang berdampak pada kualitas tidur dan kesehatan mental.

Pandemi COVID-19 tentu tidak memengaruhi semua orang dengan cara yang sama. Tentu saja yang berada di garis depan seperti petugas medis menghadapi dampak yang paling berisiko.

Akan tetapi, pandemi ini telah menimbulkan konsekuensi yang menyebar jauh lebih luas seperti keadaan ekonomi, kondisi mental dan kesehatan emosional.

Pandemi COVID-19 juga mengubah kehidupan sehari-hari. Aturan jaga jarak, penutupan sekolah, karantina, dan bekerja dari rumah semuanya membawa perubahan besar pada rutinitas normal bagi orang-orang dari segala usia dan lapisan masyarakat.

Hal ini kemungkinan terkait erat dengan gangguan tidur yang sering terjadi, karena sulit untuk menyesuaikan diri dengan jadwal harian yang baru atau kurangnya jadwal.

Selain itu, karena terjebak di dalam rumah, terutama jika rumah memiliki tingkat cahaya alami yang rendah, maka dapat mengurangi isyarat cahaya yang digunakan tubuh untuk terjaga dan tidur, yang sangat penting untuk menjaga ritme sirkadian.

Jika Anda tidak bekerja saat ini atau jam kerja mingguan Anda berkurang karena COVID-19, Anda mungkin tergoda untuk tidur berlebihan setiap pagi. Tidur lebih dari tujuh hingga delapan jam per malam dapat membuat bangun tepat waktu jauh lebih sulit, bahkan jika Anda menggunakan alarm. Orang yang kelebihan tidur juga mungkin merasa grogi, mudah tersinggung dan tidak fokus sepanjang hari.

Manfaat Tidur Ketika Pandemi
Mengutip dari laman Sleep Foundation, tidur merupakan hal yang sangat penting, karena merupakan proses biologis yang dapat menangani tuntutan mental, fisik, dan emosional saat pandemi.

Selain itu, tidur juga meningkatkan efektivitas sistem kekebalan tubuh. Istirahat malam yang berkualitas diketahui dapat memperkuat pertahanan tubuh. Jika kurang tidur, justru dapat membuat beberapa vaksin menjadi kurang efektif.

Tidur meningkatkan suasana hati. Kurang tidur dapat membuat seseorang mudah tersinggung, menurunkan tingkat energinya, dan menyebabkan atau memperburuk perasaan depresi .

Tidur meningkatkan kesehatan mental. Selain depresi, penelitian telah menemukan bahwa kurang tidur terkait dengan kondisi kesehatan mental seperti gangguan kecemasan, gangguan bipolar, dan Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD).
Para ahli sepakat bahwa tidur yang konsisten dan berkualitas tinggi meningkatkan hampir semua aspek kesehatan, itulah sebabnya hal ini patut menjadi perhatian kita selama pandemi virus COVID-19.

Berita Terkait