Kenalan dengan Layanan eFishery, Start Up untuk Pembudidaya Ikan dan Udang

03 November 2021 18:00 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Petani lobster air tawar menunjukkan lobster siap di jual ditempat budidaya lobster air tawar BFC Mini Farm dikawasan Ciputat Tangerang Selatan , Senin 11 Oktober 2021. Foto Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Sebagai startup yang bergerak di bidang akuakultur, eFishery tak henti berupaya menemukan jawaban untuk mengatasi persoalan yang dihadapi para petani (pembudidaya) ikan dan udang. 

Sejauh ini, setidaknya ada beberapa produk dan layanan utama yang bisa membantu kalangan pembudidaya ikan dan udang dalam meningkatkan produktivitasnya. Pertama, eFisheryFeeder Ikan: alat untuk memberian pakan ke ikan yang dikontrol dengan memanfaatkan smartphone. 

“Dengan layanan ini, pengguna dapat mengatur jadwal peberian pakan dengan dosis yang pas. Pakan yang keluar akan tercatat secara otomatis. Selain hemat listrik, jarak lontar pakan bisa mencapai 10 m,” kata Galih Fauzan, Head of Marketing eFishery dalam Indonesia Brand Forum, Selasa 2 November 2021.

Kedua, eFisheryFeeder Udang. Digunakan untuk memberikan pakan udang secara otomatis, terukur, dan terjadwal. Di-setting via smartphone, jarak luncurnya bisa sampai 30 m. 

Ketiga, eFisheryFeed, produk ini lebih ditujukan untuk para penyedia pakan. Mereka menyediakan berbagai merek pakan dengan harga yang lebih kompetitif. Keempat, eFisheryFund. 

“Layanan ini adalah tawaran pendanaan bagi para pembudidaya dengan berbagai akses layanan finansial,” lanjut dia. 

Kelima, eFisheryFresh. Ini adalah platform online grocery untuk membantu petani menjual hasil panen mereka. Keenam, eFisheryPoint: pusat layanan terpadu eFishery yang kini tersedia di sejumlah daerah (36 lokasi).

“Produk dan layanan tersebut merupakan bentuk konsistensi eFishery dalam mengupayakan inovasi dan solusi untuk memajukan akuakultur, terutama perikanan ikan dan udang dengan memanfaatkan teknologi digital. Contohnya dari eFisheryFeeder, pembudidaya dapat pendapatan meningkat lebih dari 40 persen karena lebih efisien.”

Ke depannya, Galih juga mengungkapkan eFishery akan terus mencari solusi untuk mengembangkan produknya agar mereka bisa memberikan social impact yang makin besar. Menurutnya, eFishery punya target besar: mencetak satu juta pembudidaya ikan yang menerapkan digitalisasi dan bergabung ke ekosistem eFishery di tahun 2025. Kini mereka sudah melayani ribuan petani budidaya di 240 kabupaten/kota dari 24 provinsi.

Berita Terkait