Kenaikan Suku Bunga The Fed Diprediksi Melambat, Nilai Kurs Rupiah Ditutup Menguat 10 Poin

23 November 2022 15:43 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Laila Ramdhini

Ilustrasi mata uang dolar AS dan rupiah. (TrenAsia/Ismail Pohan)

JAKARTA - Nilai kurs rupiah ditutup menguat 10 poin seiring dengan tumbuhnya prediksi bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) alias The Federal Reserve (The Fed) akan melambatkan kenaikan suku bunganya menjelang akhir tahun.

Menurut data Bloomberg, Rabu, 23 November 2022, nilai kurs rupiah ditutup di posisi Rp15.686 perdolar AS.

Pada perdagangan sebelumnya, Selasa, 22 November 2022, nilai kurs rupiah ditutup menguat 16 poin di level Rp15.696 perdolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS stabil pada perdagangan hari ini karena investor meredam selera risiko menjelang rilis risalah pertemuan The Fed yang dapat memberikan petunjuk atas prospek inflasi dan suku bunga ke depan.

"The Fed pada hari Rabu akan merilis risalah dari pertemuan terbarunya dengan investor mencari tanda-tanda diskusi seputar memoderasi laju kenaikan suku bunga," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Rabu, 23 November 2022.

Ibrahim pun menuturkan bahwa stabilnya nilai dolar AS dipengaruhi oleh pernyataan Presiden The Fed Cleveland, Loretta Mester, yang menyatakan bahwa bank sentral AS dapat menurunkan kenaikan suku bunga yang lebih kecil untuk bulan depan.

Selain itu, Presiden The Fed San Fransisco, Mary Daly, mengungkapkan pula bahwa dampak dari kenaikan suku bunga kemungkinan akan lebih besar dari target suku bunga jangka pendek.

Gubernur The Fed Jerome Powell pun akhirnya mengungkapkan bahwa meskipun kenaikan suku bunga dirasa masih diperlukan, namun bank sentral AS kemungkinan akan melambatkan tingkat kenaikannya.

Menurut Ibrahim, untuk perdagangan Kamis, 24 November 2022, nilai kurs rupiah berpotensi melemah di rentang Rp15.670-Rp15.740 perdolar AS.

Berita Terkait