Kenaikan Harga Tiket Pesawat Kerek Inflasi Oktober 2021 ke 0,12 Persen

01 November 2021 13:01 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Laila Ramdhini

Maskapai penerbangan komersial berada di Bandar Udara Soekarno Hatta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa inflasi pada Oktober sebesar 0,12% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,66, naik tipis dibandingkan IHK September 2021 yang sebesar 106,53.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan inflasi Oktober dipengaruhi oleh kenaikan harga yang didorong oleh peningkatan aktivitas perdagangan, ritel, dan belanja kebutuhan sehari-hari menyusul kebijakan pelonggaran pembatasan.

"Perkembangan untuk beberapa komoditas pada Oktober ini pada umumnya mengalami kenaikan. Kalau kita perhatikan, infilasi Oktober ini lebih tinggi dari 2020 sebesar 0,07 persen," ujar Margo dalam konferensi pers, Senin 1 November 2021.

Kenaikan harga pada Oktober ditunjukkan oleh meningkatnya seluruh indeks kelompok pengeluaran.  Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi paling tinggi yakni transportasi 0,33%. 

"Sektor transportasi terjadi inflasi 0,33 persen dengan andil 0,04 persen, disebabkan kenaikan tarif angkutan udara dengan andil 0,03 persen," ujar Margo.

Kemudian, inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,10%; pakaian dan alas kaki sebesar 0,15%; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08%; serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,13%.

Selain itu, terjadi kenaikan indeks pada kelompok kesehatan sebesar 0,06%; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,04%; kelompok pendidikan sebesar 0,02% kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,12%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,02%.

Margo menjelaskan inflasi Oktober mengalami perbaikan setelah bulan lalu mengalami deflasi akibat penurunan harga bahan makanan dan minuman serta tembakau dan lainnya.

Secara tahun kalender (Januari-Oktober), inflasi tahun ini sebesar 0,93% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) sebesar 1,66%.

Untuk komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,07%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender sebesar 1,23% dan tingkat inflasi komponen inti tahunan sebesar 1,33%.

Margo menambahkan, berdasarkan pemantauan BPS, dari 90 kota IHK, 68 kota mengalami inflasi dan 22 kota mengalami deflasi.

Dari 66 kota yang mengalami inflasi, tertinggi terjadi di Sampit sebesar 2,06% dengan IHK sebesar 109,30 dan terendah terjadi di Banyuwangi dan Sumenep masing-masing sebesar 0,02% dengan IHK masing-masing sebesar 104,64 dan 106,21.

Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 0,70% dengan IHK sebesar 107,98 dan terendah terjadi di Bengkulu sebesar 0,02% dengan IHK sebesar 105,89.

Margo menandaskan bahwa aktivitas masyarakat selama sisa bulan ini akan sangat mempengaruhi tingkat inflasi. 

Diharapkan, terus terjadi peningkatan kegiatan perdagangan, ritel dan belanja kebutuhan harian di tengah pelonggaran kebijakan PPKM oleh pemerintah.

Sebagaimana tampak pada bulan Oktober, mobilitas masyarakat mulai mengalami pertumbuhan yang positif.

Mobilitas penduduk di rumah mengalami penurunan, sebaliknya di berbagai tempat mengalami kenaikan, sseperti di tempat perdagangan, ritel, rekreasi, dan taman.

Kemudian aktivitas belanja kebutuhan sehari-hari mengalami perbaikan, termasuk juga aktivitas di tempat transit dan tempat kerja.

"Ini mengindikasikan pada bulan Oktober ini secara umum aktivitas masyrakat menuunjukkan adanya perbaikan dibanding bulan September tahun 2021," ungkap Margo.

Berita Terkait