Kementerian Perindustrian Apresiasi Inisiatif Pembangunan Ekosistem Kendaraan Listrik

18 November 2021 23:00 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Mitra driver Gojek menunggu penumpang di area Zona Nyaman J3K Gojek Stasiun Depok Baru pada Senin, 26 Oktober 2020. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – Penggunaan kendaaraan listrik di Indonesia kini menjadi prioritas pemerintah. Presiden Joko Widodo juga telah menyampaikan bahwa dengan usaha sendiri Indonesia akan berupaya menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) sebesar 29 persen hingga tercapai net zero emission pada 2060.

Sony Sulaksono, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian mengatakan saat ini pihaknya sudah membuat roadmap untuk mempopulerkan kendaraan listrik berbasis baterai. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan mendorong berkembangnya ekosistem berbasis baterai di lingkup pemerintahan.

“Dengan adanya transisi dari kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik berbasis baterai ini, kita harapkan pada tahun 2030 akan tercapai 3 juta kendaraan listrik berbasis baterai. Kita harap itu akan menurunkan 4,6 juta ton emisi CO2,” kata Sony, di sela-sela acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Gojek & TBS secara virtual, Kamis (18/11/2021).

Sony mengapresiasi Langkah yang dilakukan Gojek dan TBS Energi Utama melalui PT Karya Baru TBS (TBS) yang diberi nama Electrum. Kolaborasi strategis tersebut direncanakan nilai investasi dalam negeri mencapai US$ 1 Milyar atau Rp 17 triliun dalam 5 tahun kedepan.

Menurutnya, pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang dilakukan oleh Gojek dan TBS sejalan dengan pengembangan industri nasional.

“Electrum menjadi kendaraan atau wahana yang akan digunakan oleh partnernya. Mudah-mudahan ini terus berkembang. Harus ditanamkan mindset bahwa kendaraan listrik ini adalah sesuatu yang berbeda, prestisius. Jadi wajar jika harganya sedikit di atas,” imbuh Sony.

Kevin Aluwi, Co-Founder & CEO Gojek mengatakan pihaknya sangat serius dalam mengadopsi kendaraan listrik untuk semua layanan ekosistem Gojek, seperti GoFood (pesan antar makanan), GoSend (pengiriman paket), dan GoRide (transportasi). Menurutnya, adanya join venture bersama TBS ini, nantinya akan mengubah berbagai macam layanan tadi, dari kendaraan berbahan bakar minyak menjadi  kendaraan listrik.

“Buat kami, ini merupakan suatu komitmen yang sangat serius dan sangat inti dalam bisnis kami. Ini kita lakukan karena situasi polusi sudah sangat buruk. Udara yang kita hirup, kualitasnya sudah sangat rendah, dan Sebagian disebabkan karena kendaraan-kendaraan yang ada di sekitar kita. Untuk kami, ini merupakan usaha untuk membantu menciptakan solusi terhadap masalah tersebut,” kata Kevin Aluwi.

Pendapat senada diungkapkan Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama Tbk, Pandu Patria Sjahrir. Menurutnya, TBS berkomitmen untuk beralih penuh untuk berinvestasi ke industri renewable dan mewujudkan net zero emission bersama Gojek.

“Sektor energi merupakan sektor yang butuh dorongan banyak di sector teknologi, biar bisa memperbesar market yang ada dan lebih ramah lingkungan serta membawa Indonesia ke derajat baru. Kita harapkan join venture ini merupakan satu inisiatif dari anak-anak bangsa untuk membuat Indonesia lebih baik lagi. Kami sendiri mengawalinya dari sektor batu bara dan bertransisi ke energi terbarukan, dan sekarang bekerja sama dengan Gojek untuk membangun kendaraan listrik roda dua,” kata Pandu.

Berita Terkait