Kemenperin Terima 600 Unit Konsentrator Oksigen dari Indorama Synthetics

11 Juli 2021 19:00 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Pekerja mengisi ulang tabung oksigen medis di salah satu agen isi ulang oksigen di Kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Senin 28 Juni 2021. Permintaan isi ulang dan pembelian tabung oksigen kebutuhan medis rumahan dan rumah sakit terus mengalami peningkatan hingga 100 persen seiring lonjakan kasus COVID-19. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menerima 600 unit oxygen concentrator (konsentrator oksigen) dari perusahaan tekstil PT Indorama Synthetics Tbk (INDR) serta PT Indorama Ventures Indonesia.

“Sektor industri dapat memberikan kontribusi yang besar dalam penanggulangan Covid-19 pada situasi sekarang ini. Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada perusahaan industri PT Indorama Synthetics Tbk serta PT Indorama Ventures Indonesia,” ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran pers, dikutip Minggu, 11 Juli 2021.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 6 Juli 2021, kebutuhan oksigen medis meningkat hingga 2.333 ton per hari, sementara kapasitas nasional di angka 1.578 ton hari. Ini berarti terdapat defisit sekitar 575 ton per hari.

“Kami mendapatkan tugas mencari sumber-sumber oksigen tambahan, baik dari peningkatan kapasitas produksi maupun impor. Saat ini kami sudah mengamankan suplai sekitar 922 ton oksigen per hari, baik yang didapat dari impor maupun lokal,” kata Agus.

Dirinya menjelaskan pihaknya terus melakukan berbagai upaya proaktif dengan melakukan kerja sama dan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, asosiasi industri maupun perusahaan industri untuk membantu memenuhi kebutuhan gas oksigen untuk penanganan pasien COVID-19 di sejumlah daerah.

Bantuan yang diberikan hari ini berupa 400 unit oxygen concentrator dari INDR serta 200 unit dari Indorama Ventures Indonesia. Bantuan tersebut diserahkan oleh Presiden Direktur Indorama Ventures Indonesia, Saurabh Mishra secara simbolis dan virtual.

Oxygen concentrator merupakan alat yang bisa membantu pasien COVID-19 non-ICU. Alat tersebut dinilai efisien dalam penanganan pasien karena dapat memproduksi oksigen serta mendistribusikan langsung pada pasien COVID-19 di lokasi perawatan.

Hingga 10 Juli 2021, Kemenperin telah menginventarisasi 8.600 unit oxygen concentrator yang di antaranya berasal dari kontribusi perusahaan industri. Selain itu, Kemenperin juga melakukan pengadaan oxygen concentrator melalui realokasi APBN Kemenperin.

Dukungan dari sektor industri juga diberikan dalam bentuk penyediaan tabung oksigen, juga isotank untuk kebutuhan mobilisasi dan distribusi oksigen dari pabrik ke rumah sakit maupun filling station.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasi kepada Kemenperin atas dukungannya dalam menyediakan oksigen untuk rumah sakit di Indonesia. Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 74 ribu pasien yang membutuhkan akses oksigen dalam berbagai format.

Sekitar 5-10% pasien membutuhkan oksigen dengan tekanan tinggi dalam bentuk ventilator maupun High Flow Nasal Cannula (HFNC).

“Sedangkan, sebagian besar butuh pasokan oksigen sekitar 3-5 liter per jam yang bisa dipenuhi dengan alat seperti oxygen concentrator,” jelas Budi. (RCS)

Berita Terkait