Kemenparekraf Dapat Guyuran DAK Rp877 Miliar, Simak 7 Program Strategis Sandiaga Uno

03 September 2021 16:02 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat akan mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi X DPR di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk tahun depan sebesar Rp877 miliar.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, pagu anggaran yang ditetapkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut terdiri dari DAK nonfisik sebesar Rp127,9 miliar untuk 93 kabupaten/kota. Adapun sisanya adalah DAK fisik sebesar Rp750 miliar untuk 91 kabupaten/kota.

“Pagu anggaran DAK tersebut ditentukan berdasarkan besaran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD). Sementara itu, lokasi prioritas bidang pariwisata tahun 2022 terletak di 20 provinsi yang ditentukan oleh Kementerian PPN/Bappenas,” jelasnya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI, 2 September 2021.

Sandiaga mengaku, Kemenparekraf/Baparekraf telah merancang enam program strategis berdasarkan  Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022.

Program yang dimaksud mencakup pemulihan Bali dan destinasi unggulan lainnya, seperti Batam-Bintan, Banyuwangi, Bandung.

Selain itu, pengembangan desa wisata dengan mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif sebagai penggerak perekonomian masyarakat. Destinasi pariwisata prioritas, katanya, merupakan proyek besar dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Selanjutnya, diversifikasi pariwisata berkualitas yang merupakan turunan dari paradigma quality tourism. Lalu pemulihan usaha dan pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 tentang Ekonomi Kreatif.

Terakhir, pada tahun depan Kemenparekraf berkomitmen untuk mengakselerasi adopsi digital di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Keenam program tersebut akan digarap oleh seluruh kedeputian beserta badan otorita pariwisata secara terpadu untuk mewujudkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” ujarnya.

Berita Terkait