Kemenkeu: Cetak Rekor Tertinggi, Penawaran Lelang SUN Januari-Agustus 2021 Capai Rp472,24 Triliun!

05 Agustus 2021 11:00 WIB

Penulis: Fachrizal

Editor: Rizky C. Septania

lelang Surat Utang Negara (SUN) (Trenasia.com)

Jakarta - Penawaran lelang Surat Utang Negara (SUN) cetak rekor tertinggi sepanjang tahun 2021, yaitu mencapai Rp107,78 triliun. Hal ini disampaikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang mencatat penawaran lelang surat utang negara rutin pada Selasa, 3 Agustus 2021. 

Menurut Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu, Deni Ridwan, angka ini merupakan rekor tertinggi sepanjang penerbitan surat utang tersebut pada 2021.

"Incoming bid pada lelang hari ini mencapai rekor tertinggi kedua sepanjang sejarah penerbitan SUN melalui lelang, dan merupakan rekor tertinggi untuk lelang SUN tahun 2021," kata  Deni Ridwan di Jakarta, pada Selasa, 3 Agustus 2021.

Sebelumnya, pada lelang SUN rutin pada Selasa, pemerintah menyerap dana sebesar Rp34 triliun dari lelang tujuh seri SUN di pasar perdana dengan penawaran masuk mencapai Rp107,78 triliun.

Dengan adanya lelang ini, maka secara keseluruhan jumlah pembiayaan negara yang berasal dari lelang SUN selama Januari-Agustus 2021 mencapai Rp472,24 triliun. 

Ridwan memaparkan salah satu faktor utama yang mempengaruhi tingginya penawaran adalah penurunan yield obligasi AS atau US Treasury 10 tahun yang mencapai level 1,15 persen dan tingginya likuiditas di pasar keuangan domestik.

"Selain itu, Bank Indonesia juga masih menahan BI7DRRR di level 3,5 persen seiring dengan masih rendahnya tingkat inflasi domestik," katanya.

Dia juga menjelaskan, penawaran yang masuk pada lelang hari ini masih didominasi oleh investor domestik dengan proporsi sebesar 88,4 persen. Meski begitu, ada kenaikan dari partisipasi investor asing dari 7,6 persen menjadi 11,6 persen dari keseluruhan penawaran total.  

"Bid terbesar terdapat pada tenor 6 dan 11 tahun," katanya.

Pada lelang SUN tersebut, juga terdapat penurunan weighted average yield (WAY) yang dimenangkan untuk seluruh seri obligasi negara yang ditawarkan sebesar 1-13 bps dibandingkan pada lelang sebelumnya.

"Penurunan WAY terbesar pada tenor 5 tahun yaitu mencapai 13 bps dibanding pada lelang sebelumnya," kata Deni Ridwan.

Berita Terkait