Kemenkes Dorong Bio Farma Genjot Produksi Vaksin COVID-19

April 21, 2021, 11:11 PM UTC

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Nampak sejumlah petugas kesehatan tengah melaksanakan kegiatan vaksin di Pos Pelayanan Vaksinasi Drive Thru yang berlokasi di West One City Cengkareng Jakarta Barat,Rabu 10 Maret 2021. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong PT Bio Farma (Persero) untuk menggenjot produksi vaksin COVID-19.

Hal ini dilakukan setelah terhambatnya pasokan vaksin COVID-19 Indonesia merek AstraZeneca dari India.

Sementara itu, Bio Farma tercatat telah memproduksi 35 juta dosis vaksin dari bahan baku atau bulks vaksin Sinovac. Sebanyak 20 juta dosis vaksin di antaranya telah didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

“Pemerintah memastikan vaksinasi pada Mei, vaksinnya betul-betul datang. Kemudian, meminta Bio Farma untuk meningkatkan kapasitas produksinya,” kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Rabu 21 April 2021.

Nadia berharap Bio Farma dapat mengenjot produksi agar kecepatan vaksinasi COVID-19 di Indonesia tidak melambat.

Pasalnya, Presiden Joko Widodo menargetkan sebanyak 181,5 juta masyarakat Indonesia bisa mendapat dosis vaksin COVID-19 pada akhir 2021.

Praktis, Bio Farma saat ini menjadi tumpuan utama produksi vaksin COVID-19 di Indonesia.

Di sisi lain, India masih memberlakukan embargo pengiriman vaksin COVID-19 setelah terjadi lonjakan kasus positif harian di negara tersebut.

“Jadi, yang seharusnya vaksin dikirim April, itu baru bisa dikirimkan Mei. Jumlahnya tidak mencapai 11 juta juga, jadi akan dikirimkan kurang lebih sekitar 5 juta,” papar Siti Nadia.

Permintaan Vaksin Bertambah

Menurut catatan Kemenkes, sebanyak 11,1 juta masyarakat telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19. Sebanyak 6,1 juta di antaranya tercatat sudah mendapat dosis kedua dari vaksin tersebut.

Sementara itu, pasokan bulk vaksin Sinovac datang ke Indonesia setiap dua minggu sekali. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjamin, proses pengiriman bulk vaksin Sinovac tidak akan mengalami kendala apa pun.

“Di dunia ini rebutan vaksinnya makin keras, Alhamdulillah Indonesia punya empat sumber vaksin. Kalau ada yang terganggu, masih ada sumber lain. Jadi kalau pun sumber vaksin AstraZeneca terganggu, kita masih ada sumber dari China yang sangat lancar,” kata Menkes Budi dalam acara Peninjauan Vaksinasi Seniman dan Budayawan, Senin 19 April 2021.

Seperti diketahui, Indonesia telah mendapat tambahan enam juta bulk vaksin COVID-19 dari Sinovac pada Minggu, 18 April 2021. Sebanyak 80% atau 4,8 juta dosis vaksin Sinovac ini ditargetkan rampung diproduksi oleh Bio Farma pada Mei 2021. (RCS)