Kembali Terpilih Jadi Ketum HKI, Simak Profil Sanny Iskandar

13 September 2021 15:42 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Sanny Iskandar (istimewa)

JAKARTA – Himpunan Kawasan Industri (HKI) kembali menetapkan Sanny Iskandar sebagai ketua umum periode 2021-2025. Seperti diketahui, posisi ini dijabat ketiga kalinya setelah dua periode berturut-turut ia menjadi pemimpin di HKI, yakni periode 2012-2016 dan 2016-2020.

Sanny terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-VIII secara virtual pada 9-10 September 2021 di Bandung, Jawa Barat. Dalam visi dan misinya, ia mengaku akan mendukung kawasan industri untuk menerima investor dari berbagai negara. Hal ini dilakukan dalam rangka bersaing di kancah global. Selain itu, Sanny juga ingin menjadikan HKI sebagai wadah diskusi untuk kepentingan bersama kawasan industri.

“HKI akan mendukung program pemerintah untuk meningkatkan investasi, seperti menumbuhkan pusat ekonomi baru di luar Jawa dan hilirisasi industri,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Senin, 13 September 2021.

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), lanjutnya, akan dilakukan melalui encouragement sentra usaha di setiap kawasan industri.

Sebagai informasi, pria kelahiran Jakarta, 7 Desember 1962 ini merupakan lulusan master of business dari Universitas Udayana dan Universitas Prasetya Mulya. 

Ia juga bergabung di Kadin Indonesia sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi Periode 2015 – 2020. Sebelumnya, di KADIN ia juga pernah mengisi posisi sebagai Ketua Komite Tetap Kawasan Industri Bidang Properti selama 2 periode (2005-2010 dan 2010-2015).

Di samping itu, ia juga berkiprah di Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Nasional sejak awal 2000-an. Di organisasi tersebut, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal APINDO periode 2014-2018.

Saat ini, ia merupakan Ketua APINDO Nasional Bidang Properti dan Kawasan Ekonomi untuk periode 2018-2023.

Adapun dalam pemerintahan, ia turut aktif sebagai Staff Khusus Menteri Perindustrian dan Ketua 2 Tim Kerja Dewan Nasional KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), serta sebagai Anggota Kelompok Kerja Industri Logam dasar dan Kawasan industri KEIN (Komite Ekonomi dan Industri Nasional).

Berita Terkait