Kembali Aktifkan PLTU, Jerman Dihantui Kekurangan Batu Bara

26 Agustus 2022 15:02 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Fakhri Rezy

Kapal tongkang batu bara terlihat mengantre untuk ditarik di sepanjang sungai Mahakam di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia, 31 Agustus 2019. (Reuters)

BERLIN- Krisis energi yang Melanda Jerman menyebabkan Negara yang pernah punya pertumbuhan ekonomi tertinggi di Eropa itu menghidupkan kembali PLTU. Seperti halnya PLTU di Indonesia, bahan bakar sumber energi ini adalah batu bara.

Meski tampaknya telah menemukan jalan keluar, ada satu hal yang kemudian harus dihadapi oleh Jerman. Yakni kekurangan stok pasokan batu bara.

Kekhawatiran akan kekurangan stok batu bara berhubungan dengan gelombang musim panas tengah melanda Jerman. Hal ini menyebabkan volume sungai Rhine menyusut.

Padahal, sudah sejak  lama, Sungai Rhine menjadi jalur penting di Eropa untuk transportasi kargo seperti batu bara, bahan kimia, dan biji-bijian. 

Di Jerman sendiri, Sungai Rhine menjadi jalur utama bagi pengiriman bagi karho manuaktur hingga pasokan batu bara ke PLTU.

"Karena pengiriman domestik yang sangat berkurang, akumulasi stok batu bara dapat dengan cepat turun," kata Kementerian Federal Jerman untuk Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim seperti dikutip TrenAsia.com.

Seperti diketahui, saat ini Eropa sedang menghadapi krisis energi yang melumpuhkan Ekonomi. Jerman sendiri telah terjebak di tengah badai ketika Rusia memangkas pasokan gas alam ke wilayah tersebut. 

Pengurangan pasokan gas alam ke Eropa dilakukan Rusia sebagai pembalasan atas sanksi Barat, termasuk Jerman, ketika adanya invasi ke Ukraina.

Seperti negara-negara lain di kawasan itu, guna mengatasi krisis energi, Jerman telah mencari bahan bakar alternatif seperti batu bara untuk mengamankan pasokan listrik sebelum musim dingin.

Lantaran tingginya kebutuhan energi Jerman untuk masyrakat dan manfaktur, Raksasa energi Jerman Uniper memutuskan untuk kembali memghidupkan PLTU.

Sayangnya, menyusutnya volume air di Sungai Rhine tampaknya bisa menghambat rencana yang telah disusun Uniper.  Adanya kendala pada masalah logistik menjadikan pemerintah Jerman pesimis bahwa lokasi penyimpanan batu bara tambahan di wilayah selatan bisa terisi pada musim dingin.

Jalur Logistik Darat Ikut Terhambat

Alternatif lainnya yakni logistik jalur darat melalui jalur kereta api sebetulnya tersedia di Jerman. Namun, jalur ini juga tengah mengalami kendala.

Mengutip Insider, kemacetan terus-menerus pada jaringan kereta api negara itu membuatnya tak akan mampu mengatasi kekurangan tersebut.

Meski begitu, menteri pemerintahan pada  memberikan lampu hijau pada kargo energi untuk dijadikan prioritas pengiriman kereta api.

Sekadar Informasi,  tekanan krisis energi mendatangkan dampak besar pada ekonomi Jerman. 

Gubernur Bank Sentral Jerman mengatakan inflasi bisa mencapai level tertinggi pada 7 dekade terakhir yakni sebesar 10%  karena Rusia menghentikan pasokan ke wilayah tersebut. 

 

 

Berita Terkait