Kematian Akibat COVID-19 di DIY Tinggi, UGM Bikin Peti Mati

23 Juli 2021 17:29 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

Editor: Amirudin Zuhri

YOGYAKARTA-Angka kematian akibat COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus melonjak mengakibatkan kebutuhan peti jenazah juga tinggi. Menyikapi hal tersebut, Departemen Teknologi Hasil Hutan (DTHH) dari Fakultas Kehutanan UGM dan tim kemudian tergerak untuk memproduksi peti jenazah COVID-19 untuk meringankan beban kebutuhan tersebut. 

“Setelah kita diinfo oleh satgas Covid UGM mengenai kekurangan suplai peti jenazah yang dialami oleh RS Sardjito dan RS Akademik. Setelah itu, kami di DTHH merasa terpanggil untuk ikut meringankan beban rumah sakit dengan menyediakan peti jenazah buatan kita sendiri,” tutur Kepala DTHH, Dr. Sigit Sunarta sebagaimana dikutip dari laman resmi UGM Jumat 23 Juli 2021.

Sigit mengatakan produksi peti jenazah ini merupakan kerja sama dengan Karbolo Community-relawan bencana Gamping Sleman, donatur serta para mahasiswa. Ada dua tempat produksi yang digunakan, satunya di Gamping, Sleman dan satunya lagi di workshop Pengolahan Kayu DTHH di Klebengan. 

Sejauh ini, DTHH dan tim telah menyalurkan sebanyak 10 peti jenazah kepada RS Akademik pada Minggu  8 Juli lalu. 10 peti jenazah lainnya dikabarkan sedang berada dalam proses pengiriman tadi malam.   “Yang sudah jadi kami serahkan RSA ada 10, selanjutnya 10 berikutnya hari ini kita kirim..minggu depan kira-kira 10 lagi...Insyaallah,” tambah Sigit. 

Hinga Kamis 22 Juli 2021 kematian di DIY akibat COVID-19 bertambah 88 orang hingga menjadikan total kematian mencapai 2.683 orang. Sedangkan jumlah tambahan pasien yang dirawat pada hari tersebut adalah 1.978 orang menjadikan total pasien menjadi 19.906 orang.

Berita Terkait