Kemacetan di Jalan Tol Turun Hingga 60%

Jakarta-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat adanya penurunan traffic/kemacetan jalan tol selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berkisar 42% hingga 60%.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya telah memantau seluruh jalan tol yang terdampak kebijakan PSBB. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 21 Tahun 2020 terdapat 14 ruas tol tersebar di Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat yang menerapkan PSBB.

“Angka traffic masih didominasi oleh pergerakan lokal pada kawasan megapolitan Jabodetabek dan pergerakan logistik,” kata Basuki dilansir dari laman Kementerian PUPR, Selasa, 28 April 2020.

Basuki menjelaskan layanan jalan tol dan non-tol tetap beroperasi sebagai jalur logistik untuk pergerakan barang kebutuhan pokok/pangan, alat kesehatan, serta layanan kesehatan/kendaraan medis.

Layanan jalan itu juga masih diperbolehkan untuk pergerakan orang pada skala lokal atau kawasan Jabodetabek. Namun, pemerintah terus mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktifitasnya diluar, sehingga traffic di jalan tol diharapkan akan lebih menurun lagi.

Secara rinci, di Provinsi DKI Jakarta, terdapat tujuh ruas tol yang berada dalam wilayah PSBB yakni Ruas Tol Cawang – Tomang – Pluit, Tol Cawang – Tanjung Priuk – Ancol Timur – Jembatan Tiga/Pluit, Tol JORR Non S (Seksi E1, E2, E3), JORR S, JORR W2 Utara, JORR W2 S, dan Tol Prof. Dr. Ir. Soedijatmo.

Rata-rata penurunan lalu lintas ruas tol di wilayah tersebut sebesar 42 % dengan tingkat penurunan terbesar berada di ruas tol Prof. Sedijatmo sebesar 57%.

Sementara, di wilayah Banten terdapat dua ruas tol yakni Tol Jakarta – Tangerang dan Tol Tangerang Merak. Rata-rata penurunan traffic lalu lintas kedua ruas tol tersebut sebesar 37%.

Angka penurunan terbesar berada di ruas Tol Kunciran – Serpong sebesar 60%. Titik check point tersebar di gerbang tol (GT) Serang Barat, GT Serang Timur, GT Cilegon Timur, GT Cilegon Barat, dan GT Merak.

Kemudian, di wilayah Jawa Barat terdapat lima rual tol yang menerapkan PSBB meliputi ruas Tol Jakarta – Bogor – Ciawi, Tol Jakarta – Cikampek, Tol Jakarta – Cikampek II Elevated, Tol Cikampek – Padalarang, dan Tol Padalarang – Cileunyi. Di wilayah ini tingkat penurunan terbesar berada di ruas Tol Jakarta – Cikampek sebesar 60%.

Untuk ruas tol antar wilayah, penurunan angka traffic lebih tinggi karena adanya pembatasan pergerakan terutama mudik lebaran.

Sebagai ilustrasi untuk ruas Cikarang Utama ke Kalikangkung (Semarang) penurunan berkisar 60-70%, sedangkan pada ruas Bakauheuni – Bandar Lampung penurunannya hingga akhir April berkisar 70-80%.

Adapun, Kementerian PUPR menerbitkan surat izin penutupan sementara Jalan Tol Jakarta – Cikampek II (Elevated) demi menekan potensi penyebaran virus COVID-19 selama masa mudik lebaran 2020. Penutupan sementara berlaku sejak Jumat, 24 April 2020 hingga berakhirnya periode larangan mudik lebaran.

Penutupan ini berlaku untuk kedua arah, baik arah Cikampek maupun arah Jakarta. Semua akses masuk ditutup meliputi arah JORR, Jakarta – Cikampek Bawah, GT Cikunir 6 arah Jatiasih, serta GT Cikunir arah Rorotan.

Selain itu, Kementerian PUPR juga memberikan pembatasan jumlah kendaraan masuk ke tempat istirahat pelayanan (TIP) atau rest area hingga 50% dari kapasitas tampung.

Basuki menyebutkan pihaknya telah menyalurkan bantuan kelengkapan alat pelindung diri (APD) untuk petugas layanan tol seperti masker dan kacamata safety. Disiapkan juga fasilitas ambulance siaga bekerja sama dengan Rumah Sakit, dan penyemprotan desinfektan pada lokasi dengan suspect corona sesuai protokol kesehatan di jalan tol.

Tags:
jalan tolkemacetanKementerian PUPRPSBBRuas jalan
wahyudatun nisa

wahyudatun nisa

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: