Kejar Target Pertumbuhan Pendapatan 8 Persen, Alfamidi Gelontorkan Capex Rp1 Triliun

06 Mei 2021 20:08 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Anak usaha PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) yang merupakan pengelola ritel Alfamidi, merupakan ritel milik konglomerat Djoko Susanto / Alfamidiku.com

JAKARTA – Emiten ritel milik konglomerat Djoko Susanto PT Midi Utama Indonesia Tbk. menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 8% pada tahun ini.

Dalam mengakselerasi target tersebut, emiten berkode MIDI ini bakal menambah 200 gerai dengan melakukan belanja modal (capital expenditure/ capex) hingga Rp1 triliun.

Direktur Midi Utama Indonesia Yohanes Santoso menyebut, indeks keyakinan konsumen (IKK) yang terus merangkak naik membawa optimisme bagi perusahaan di tahun ini.

Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menyebut, IKK pada Maret telah mencapai 93,4. Angka itu terus meningkat naik dari 84,9 pada Januari dan 85,8 pada Februari 2021.

Selain itu, Yohanes mengatakan momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini dapat semakin memicu penjualan. Pengelola ritel Alfamidi dan Lawson ini berharap Ramadan dan Lebaran bisa mengerek penjualan sebesar 15% hingga 20%.

“Data sementara yang sudah diterima, kami sudah di jalur menuju normal dengan pertumbuhan double digit hampir 15 persen pada Ramadan tahun ini,” kata Yohanes dalam paparan publik, Kamis 6 Mei 2021.

Target pertumbuhan yang ditetapkan itu tergolong stagnan. Pasalnya, target tersebut sama dengan peningkatan pendapatan sebesar 8,89% year on year (yoy) yang diraih MIDI pada tahun lalu.

Perusahaan mencatatkan kenaikan pendapatan menjadi Rp12,66 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp11,63 triliun.

Selain berharap pada momentum Ramadan, MIDI juga melancarkan aksi capex demi menambah pendapatannya. Direktur Keuangan MIDI Suantopo Po mengatakan, perusahaan bakal menambah hingga 200 gerai pada tahun ini.

Aksi korporasi itu membutuhkan dana setidaknya Rp970 miliar. Sebanyak 60% dana capex bakal digunakan untuk perluasan gerai baru, sementara 40% sisanya dialokasikan untuk renovasi dan perpanjangan sewa gerai dan gudang eksisting.

“Ada beberapa toko yang sewanya sudah mau habis, kalau potensial kami akan perpanjang,” kata Suantopo dalam kesempatan yang sama.

MIDI membidik pembukaan gerai baru di wilayah timur Indonesia. Pasalnya, Suantopo menilai tingkat pertumbuhan geari di pulau Sumatera dan Jawa sudah sulit dilakukan perusahaan.

Sepanjang kuartal I-2021, MIDI telah merealisasikan 63 gerai baru. Secara keseluruhan, total gerai yang dimiliki MIDI mencapai 1.884 unit di berbagai wilayah di Indonesia.

Di sisi lain, kinerja keuangan MIDI mengalami kenaikan liabilitas hingga 20% menjadi 4,52 triliun pada tahun lalu.

Rinciannya, liabilitas jangka pendek meningkat 17,14% menjadi Rp3,4 triliun dari sebelumnya Rp2,9 triliun dan liabilitas jangka panjang meningkat 29,77% menjadi Rp1,13 triliun dari sebelumnya Rp870,84 miliar.

Berita Terkait