Kejar Modal Inti Minimum OJK, Bank Bisnis (BBSI) Bidik Rp226,08 Miliar dari Rights Issue

11 September 2021 15:26 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Sukirno

Setelah resmi melantai di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bank Bisnis Internasional Tbk. atau Bank Bisnis kembali berencana menambah modal atau right issue pada akhir tahun 2020. / Bank Bisnis

JAKARTA – PT Bank Bisnis Indonesia Tbk bakal melakukan aksi penambahan modal melalui skema rights issue. Aksi korporasi emiten bersandi saham BBSI ini telah mendapat restu dari  pemegang saham saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 Agustus 2021.

BBSI bakal menerbitkan paling banyak 434,78 juta saham baru atau setara 12,56% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Dalam keterbukaan informasi, BBSI belum membeberkan harga pelaksanaan dari aksi korporasi terbarunya ini.

Bila mengacu pada harga saham BBSI di bursa yang sebesar Rp5.200, perseroan bisa meraup dana segar Rp226,08 miliar. BBSI optimistis bisa mengantongi pernyataan efektif atas rights issue dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum 4 November 2021.

Dana hasil rights issue bakal digunakan perseroan untuk memenuhi modal inti minimum Rp2 triliun OJK pada tahun ini. Seperti diketahui, posisi modal inti atau tier 1 BBSI masih berada di angka Rp1 triliun pada akhir 2020.

Recording date untuk menebus rights issue dijadwalkan pada 16 November 2021. Sementara tanggal akhir perdagangan saham dengan HMETD (cum-right) di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 12 November 2021, sedangkan di pasar tunai pada 16 november 2021.

Adapun perdagangan saham tanpa rights issue atau Ex-rights  di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 15 November 2021, sedangkan di pasar tunai pada 17 November 2021. Tanggal distribusi rights issue dijadwalkan pada 17 November 2021.

Lalu, tanggal pencatatan rights issue di Bursa dilakukan pada 18 November 2021. Periode perdagangan dan pelaksanaan rights issue dijadwalkan pada 18-24 November 2021.

Berita Terkait