Kecerdasan Buatan Diklaim Bisa Pangkas Biaya Operasional Start Up Hingga 70 Persen

23 Juni 2022 18:00 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Yosi Winosa

Ilustrasi Kecerdasan Buatan (TrenAsia)

JAKARTA - PT YessBoss Group Indonesia (Kata.ai) mengklaim bahwa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat membantu perusahaan rintisan (start up) dalam memangkas biaya operasional hingga 70%.

CEO dan Co-founder Kata.ai Irzan Raditya mengatakan, bisnis start up identik dengan strategi penetrasi pasar dengan bujet pemasaran yang tinggi.

Jika strategi pemasaran itu tidak diiringi dengan akuisisi pasar yang efektif dan pertumbuhan bisnis yang eksponensial, kinerja keuangan perusahaan pun akan terdampak dan pada gilirannya dapat berujung kepada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal atau bahkan gulung tikar.

Oleh karena itu, diperlukan suatu solusi agar perusahaan start up bisa menjaga keberlanjutan bisnis dan mengurangi kemungkinan pemangkasan karyawan. 

Kata.ai menawarkan kecerdasan buatan berbasis natural language processing dalam bentuk chatbot yang dikatakan oleh Irzan dapat membantu pemangkasan biaya operasional start up dan mengefisiensikan bisnis.

Start up sendiri menempati posisi kedua terbesar sebagai industri yang intensif menggunakan chatbot Kata.ai dalam kegiatan operasionalnya.

"Perusahaan start up merupakan kategori pelanggan kedua terbesar kami setelah segmen enterprise, jumlahnya mencapai 18,4% dari total bisnis yang kami dukung," ujar Irzan melalui keterangan tertulis, Kamis, 23 Juni 2022.

Start up yang sudah menggunakan layanan chatbot Kata.ai di antaranya bergerak di bidang e-commerce, edutech, healthcare, dan fintech.

Menurut Irzan, perusahaan-perusahaan start up yang menjadi kliennya itu menggunakan chatbot untuk bisa melakukan kegiatan operasional 24/7 dengan sumber daya serta investasi dana operasional yang lebih efisien.

Bahkan, menurut riset internal yang dilakukan Kata.ai, penerapan chatbot pada bisnis bisa menghemat biaya operasional hingga 70%.

Melalui teknologi chatbot, konsumen bisa berkomunikasi langsung dengan sebuah brand secara real-time dengan tingkat akurasi pengenalan bahasa yang tinggi.

Dari sisi operasional, manusia yang berperan sebagai agen customer service bisa difokuskan kepada tingkat pekerjaan yang lebih sulit dan memerlukan sisi emosional, khususnya yang berkaitan dengan keluhan pelanggan.

Dengan adanya fitur chatbot, para pelaku start up juga bisa lebih fokus kepada masalah lain yang belum bisa ditangani sehingga bisnis pun diharapkan dapat menjadi semakin efisien dan produktif.

"Produk kami Kata Platform memiliki tingkat akurasi tinggi untuk mengenali bahasa Indonesia secara cepat dengan tingkat akurasi ketepatan mencapai 87%," kata Irzan.

Irzan menambahkan, bahasa Indonesia menawarkan tantangan tersendiri karena begitu banyak istilah slang (bahasa gaul) yang berkembang di berbagai kalangan usia. Meski demikian, berdasarkan persentase akurasi yang disebutkan di atas, kebutuhan customer untuk berkomunikasi setidaknya sudah relatif terpenuhi.

Berita Terkait