Kebutuhan Internet Melonjak, Telkom Indonesia Laba Bersih Naik 11,4 Persen Jadi Rp20,80 Triliun

30 April 2021 11:31 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Gedung Merah Putih milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) / Dok. Kementerian BUMN

JAKARTA – PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk membukukan pertumbuhan laba bersih hingga double digit sepanjang 2020.

Padahal, emiten berkode TLKM ini hanya mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 0,66% year on year (yoy) dibandingkan 2019.

Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan dari Rp135,56 triliun pada 2019 menjadi Rp136,46 triliun pada 2020.

Naiknya pendapatan perseroan ditopang tingginya permintaan kebutuhan layanan internet Indihome yang jumlah penggunanya melesat 14,5% yoy menjadi 8,02 juta pengguna.

Layanan Indihome pun menyumbangkan pendapatan TLKM sebesar 21,2% atau setara Rp22,2 triliun. Sementara itu, pendapatan dari segmen Wholesale & International Business tumbuh 27,3% yoy menjadi Rp13,5 triliun.  

Adapun pendapatan dari segmen enterprise yang berkontribusi sebesar Rp17,7 triliun pada 2020.

Ceruk pendapatan terbesar perseroan diketahui berasal dari segmen mobile yang mengalami penurunan dari Rp87,8 triliun pada 2019 menjadi Rp83,7 triliun pada 2020. Lalu, segmen consumer menyumbangkan pendapatan sebesar Rp17,7 triliun.

Perseroan tercatat membukukan kenaikan laba usaha menjadi Rp43,5 triliun dari sebelumnya Rp42,39 triliun.

Melonggarnya beban pajak dari Rp10,31 triliun pada 2019 menjadi Rp9,2 triliun pada 2020 membuat laba bersih TLKM semakin terkerek naik.

Maka, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke entitas induk perusahaan merangkak naik 11,46%  yoy dari Rp18,66 triliun pada 2019 menjadi Rp20,80 triliun pada 2020.

Secara beriringan, earning per share (EPS) atau laba per saham ikut terkerek naik dari Rp188,40 pada 2019 menjadi Rp210,01 per lembar saham pada 2020.

Aset perseroan pun membengkak 11,63% dari Rp221,2 triliun pada 2019 menjadi Rp246,94 triliun pada 2020. Kenaikan juga dialami pos ekuitas menjadi Rp120 triliun pada 2020 dari sebelumnya Rp117 triliun pada 2019.

Namun, kinerja yang moncer selama 2020 mesti dibayar dengan konsekuensi kenaikan liabilitas perseroan. Liabilitas jangka pendek TLKM melonjak dari Rp58,3 triliun pada 2019 menjadi Rp69,09 triliun pada 2020.

Sementara liabilitas jangka panjang perseroan naik menjadi Rp56,9 triliun dari sebelumnya Rp45,58 triliun pada 2019.

Maka, totall liabilitas perusahaan membengkak dari Rp103,95 triliun pada 2019 menjadi Rp126,05 triliun pada 2020.

Dengan demikian, debt to equity ratio (DER) TLKM tercatat sebesar 1,0 kali. Itu artinya, porsi utang sudah setara dengan modal bersih perusahaan.

Meski mencatatkan pertumbuhan liabilitas, TLKM diketahui masih akan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar 25% dari total pendapatan tahun ini. (RCS)

Berita Terkait