Kebut Infrastruktur Gas RI, PGN Beberkan Proyek Strategis 2021

January 13, 2021, 10:30 PM UTC

Penulis: Ananda Astri Dianka

Petugas PGN tengah melakukan pengecekan rutin Gas Engine di Plaza Indonesia/ Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas PT Pertamina (Persero) merencanakan proyeksi strategis melalui pengelolaan infrastruktur dan komersialisasi gas bumi dalam jangka menengah pada 2021-2023. 

Tahun ini, PGN bersiap meneruskan proyek pipaninasi gas bumi yang ditargetkan selesai pada tahun 2021-2023. Di antaranya pipa minyak Rokan, pipa transmisi serta pipa untuk pelanggan industri, komersial dan rumah tangga (jargas).

“Selain itu, PGN juga akan memenuhi kebutuhan gas di seluruh kilang Pertamina,” kata SVP Corporate Communication and Investor Relation Pertamina dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu, dikutip Rabu, 13 Januari 2021.

Salah satu target pada 2021 adalah penyelesaian program Gasifikasi Kilang di Balongan. Saat ini, gasifikasi Kilang Balongan eksisting telah dipenuhi melalui penyaluran gas dari PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Energi melalui pipa PT Pertamina Gas.

Sedangkan pembangunan infrastruktur gas untuk memenuhi kebutuhan Kilang Balikpapan akan memanfaatkan portofolio PGN dalam mengelola LNG.

Pada proyek ini, PGN sedang menyiapkan pembangunan LNG Receiving Terminal Cilacap yang ditargetkan beroperasi pada Semester II 2022.

Terkait LNG, saat ini PGN tengah menjalankan program penyediaan infrastruktur dan gas bumi untuk 52 titik pembangkit listrik PLN. Proyek yang ditargetkan selesai pada 2022 ini fokus mengembangkan infrastruktur gas bumi di wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur.

Target selanjutnya adalah pembangunan proyek Pipa Transmisi Minyak Rokan yang termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Blok Rokan merupakan back-bone produksi minyak bumi nasional, sekaligus salah satu blok minyak terbesar di Indonesia,” tambah Agus.

Sebagai informasi, PGN merupakan subholding gas Pertamina yang mengelola 96% infrastruktur nasional dan 92% niaga gas bumi. (SKO)