Kasus COVID-19 Mulai Menurun, Pemerintah Terapkan akan Pra-Kondisi Endemi

21 Februari 2022 05:27 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Ismail Pohan/TrenAsia)

JAKARTA -- Pemerintah berencana menerapkan pra-kondisi endemi sebagai masa transisi dari pandemi COVID-19. Proses transisi dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian di tengah tren penurunan kasus COVID-19 saat ini.

Awal pekan ini, Indonesia mencatat kasus harian COVID-19 sebanyak 34.418 kasus baru. Jumlah ini menurun dari sehari sebelumnya sebanyak 48.484 kasus.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kebijakan transisi ini akan diterapkan dengan melihat data indikator kesehatan, ekonomi, dan sosial budaya.

"Meskipun beberapa negara lain sudah mulai memberlakukan kebijakan pelonggaran untuk transisi ke endemi seperti Inggris, Denmark, hingga Singapura, namun kita tidaklah perlu latah ikut-ikutan seperti negara tersebut," katanya dalam konferensi pers virtual Evaluasi PPKM, Senin, 21 Februari 2022.

Luhut menyebut, pemerintah menggunakan pra-kondisi endemi sebagai pijakan dengan menggunakan indikator yakni tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi, tingkat kasus yang rendah berdasarkan indikator WHO, kapasitas respons fasilitas kesehatan yang memadai maupun menggunakan surveillance aktif.

Selain itu, pra-kondisi ini juga harus terjadi dalam rentang waktu yang cukup panjang dan sudah stabil ataupun konsisten.

Usulan konsep, kriteria, dan indikator pandemi ke endemi dari waktu ke waktu masih akan terus disempurnakan dengan para pakar dan ahli di bidangnya.

"Kami akan terus melakukan evaluasi mengenai pra-kondisi endemi ke depan," ujar purnawirawan TNI ini.

Dia menegaskan bahwa untuk dapat mencapai cita-cita transisi dari pandemi ke endemi, hal utama yang perlu dilakukan adalah menggenjot vaksinasi dosis kedua dan booster utamanya bagi para lanjut usia.

Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong dan meminta bantuan kepada Pemerintah Daerah beserta jajarannya untuk terus aktif menyosialisasikan dan memaksimalkan jumlah vaksinasi booster bagi yang sudah memiliki tiket vaksin ketiga.

"Masyarakat yang sudah memiliki tiket vaksin ketiga ataupun yang sudah divaksinasi lengkap dengan rentang waktu 6 bulan dapat langsung mendatangi gerai-gerai vaksin yang telah disiapkan," ungkapnya.

Naik ke PPKM Level 3 dan 4

Luhut menambahkan bahwa ada beberapa kabupaten/kota yang kembali masuk ke PPKM level 4 dan 3. Kenaikan level tersebut disebabkan oleh meningkatnya rawat inap di Kabupaten/kota terkait.

Beberapa daerah yang menerapkan PPKM Level 3 yakni wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bali, Yogyakarta, Bandung Raya, Surabaya Raya, dan Malang Raya. Kemudian Solo Raya dan Semarang Raya.

“Kenaikan asesmen level di masing-masing daerah ini disebabkan oleh tingkat rawat inap rumah sakit yang meningkat. Terkait detail mengenai peraturan ini akan dituangkan dalam Inmendagri yang akan keluar di sore ini," papar Luhut.

Dia pun kembali mengingatkan agar masyarakat terus menjaga pola hidup sehat, memastikan sudah tervaksin, dan menaati protokol kesehatan yang berlaku.

“Saya juga perlu menegaskan kembali berdasarkan data-data kami bahwa mereka yang terinfeksi varian ini dan memiliki gejala berat hingga meninggal teridentifikasi sebagai orang-orang yang belum divaksin atau sudah divaksin tapi belum lengkap, memiliki komorbid, dan lansia," ungkpanya.

Berita Terkait