Kasus COVID-19 Melonjak di Tokyo, Timbul Kekhawatiran Akan Runtuhnya Sistem Kesehatan

28 Juli 2021 08:34 WIB

Penulis: Justina Nur Landhiani

Olimpiade Jepang REUTERS/Naoki Ogura

JAKARTA - Adanya rekor kenaikan jumlah kasus harian akibat infeksi virus COVID-19 di Tokyo, beberapa hari menjelan Olimpiade telah menimbulkan kekhawatiran baru atas kemampuan sistem kesehatan Tokyo untuk mengatasinya.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, angka kasus harian terakhir menunjukkan peningkatan menjadi 2.848 kasus. Rekor kasus harian sebelumnya adalah 2.520 yang terjadi pada bulan Januari, seperti yang dikutip dari The Independent.

Lonjakan ini dikhawatirkan akan memberikan tekanan yang lebih besar mengenai sistem kesehatan di Tokyo.

“Kami sedang bekerja untuk mengamankan tempat tidur rumah sakit,” kata Gubernur Tokyo, Yuriko Koike. “Saya prihatin dengan peningkatan bertahap dalam jumlah kasus yang parah.”

Dengan pengecualian Tokyo dan tiga prefektur lainnya, sebagian besar wilayah administratif Jepang tersebut kekurangan tempat tidur ICU, termasuk prefektur Saitama, yang berbatasan dengan Tokyo, dan telah menjadi salah satu daerah yang terkena dampak peningkatan infeksi hari ini.

Apa yang mengkhawatirkan pejabat di Tokyo adalah bahwa Jepang hanya memiliki lima tempat tidur ICU per 100.000 orang, menurut laporan Nikkei Asia pada bulan April. Jumlah tersebut kurang dari negara maju lainnya, seperti Amerika Serikat, yang memiliki 35 tempat tidur per 100.000, dan Jerman dengan 30.

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, mengadakan pertemuan pada hari Selasa untuk menanggapi angka tersebut, dengan lima menteri yang terkait dengan kesejahteraan masyarakat, termasuk dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, dan Kementerian Revitalisasi Ekonomi.

Tetapi lonjakan tiba-tiba dalam jumlah infeksi harian tidak terbatas di Tokyo. Daerah sekitarnya, seperti prefektur Chiba, Saitama, dan Kanagawa juga mengalami peningkatan kasus.

Mengutip dari The Independent, para kritikus berpendapat bahwa mengadakan Olimpiade secara otomatis akan menyebabkan peningkatan tingkat infeksi.

Lonjakan infeksi di Tokyo terjadi hanya beberapa hari setelah akhir pekan empat hari di Jepang, termasuk Hari Kelautan pada 22 Juli, dan upacara pembukaan Olimpiade. Dengan meningkatnya suhu musim panas, banyak orang di kota mencari perlindungan dalam kegiatan di luar ruangan, termasuk perjalanan ke pantai.

Hingga kini, masih harus dilihat apakah kegiatan-kegiatan tersebut ikut bertanggung jawab atas lonjakan tersebut, apakah penyebaran varian Delta yang lebih besar yang menyebar di Jepang yang harus disalahkan, apakah pembukaan Olimpiade di Tokyo berperan, atau apakah itu merupakan kombinasi dari semuanya.

Berita Terkait