Karyawan Ditangkap Densus 88, Bos Kimia Farma Dukung Pemberantasan Teroris

13 September 2021 18:02 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

Suasana salah satu gerai apotek Kimia Farma, Kamis 19 Agustus 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Emiten farmasi PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mendukung seluruh proses hukum yang dijalani oleh salah satu terduga teroris dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI) berinisial S yang tercatat sebagai karyawan perseroan.

Kimia Farma menegaskan perseroan tidak mentoleransi aksi radikalisme dan terorisme dalam bentuk apapun. Termasuk di internal perusahaan sehingga mendukung aparat dalam memerangi tindakan tidak terpuji tersebut. 

“Kimia Farma sangat mendukung sepenuhnya upaya seluruh aparat penegak hukum memerangi terorisme di seluruh lingkungan perusahaan. Kami juga mendukung upaya aparat penegak hukum untuk memproses secara hukum atas tindakan yang dilakukan oleh oknum karyawan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Direktur Utama Kimia Farma, Verdi Budidarmo dalam keterangan resmi, dikutip Senin 13 September 2021.

Berdasarkan informasi yang berkembang, Kimia Farma langsung melakukan penelurusan untuk memastikan informasi tersebut. Dari hasil penelurusan, salah satu terduga berinisial S merupakan karyawan Kimia Farma. 

Adapun saat ini, perusahaan sudah memberlakukan skorsing dan pembebasan tugas sementara waktu selama menjalani pemeriksaan oleh pihak yang berwajib terhitung sejak 10 September 2021. 

Menurut Verdi, apabila karyawan tersebut terbukti bersalah secara hukum maka akan dikenakan sanksi pelanggaran berat sesuai peraturan perusahaan yang berlaku berupa Pemutusan Hubungan Kerja dengan tidak hormat dan otomatis sudah tidak menjadi bagian dari Perusahaan. 

“Jika yang bersangkutan tidak terbukti bersalah atas dugaan terlibat dalam jaringan terorisme, perusahaan akan melakukan tindakan mendukung pemulihan nama baiknya,” ujar dia

Berita Terkait