Kapitalisasi Pasar Platform Twitter Anjlok Setelah Akuisisi oleh Elon Musk

13 Mei 2022 13:15 WIB

Penulis: Fadel Surur

Editor: Rizky C. Septania

Saham Twitter mengalami penurunan mengikuti proses akuisisi Twitter oleh Elon Musk yang masih terus berlanjut. (AFP)

SAN FRANCISCO - Saham perusahaan media sosial Twitter mengalami penurunan sejak Elon Musk mengincar kepimilikan atas platform itu.

Ada kekhawatiran yang muncul di antara para investor bahwa kesepakatan itu nantinya tidak akan tercapai.

Seperti dilaporkan CNBC, saham Twitter menurun 13% sejak mencapai level tertinggi tahun ini pada bulan April lalu. 

Pada penutupan pasar hari Kamis, 12 Mei lalu, saham diperdagangkan pada US$45,08 atau setara Rp658,5 ribu (asumsi kurs Rp14.607 per dolar AS). Angka ini berada di bawah nilai akuisisi yang disetujui Elon yaitu US$54,20 atau Rp791 ribu. 

Meskipun kesepakatan pengambilalihan telah disetujui dewan perusahaan, masih membutuhkan berbulan-bulan untuk menyelesaikannya. Bahkan tidak ada jaminan apakah kesepakatan itu akan berakhir sesuai keinginan Elon. 

Jika kesepakatan akhirnya gagal, Elon harus membayar US$1 miliar atau setara dengan Rp14,6 miliar jika ia memilih pergi. 

“Keyakinan pasar mengenai apakah kesepakatan ini akan tercapai sangat kecil karena tantangan regulasi,” menurut interpretasi seorang analis asal Evercore ISI.

Sebelumnya, Elon gagal mengungkapkan lebih dari 9% saham di perusahaan itu dalam jendela 10 hari wajib SEC.

Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) sedang menyelidiki waktu pengungkapan oleh Elon, lapor The Information

Sementara itu, Bloomberg menyatakan bahwa FTC sedang meninjau akuisisi oleh Elon. Pihak FTC menolak mengonfirmasi adanya investigasi yang sedang dijalankan.

Seorang analis dari Wedbush Securities, Dan Ives, beranggapan ada kemungkinan lebih dari 90% bahwa kesepakatan dengan Elon akan tercapai. Namun, menurutnya ada tiga hal yang akan berkontribusi terhadap saham Twitter.

Pertama, saham akan berada di harga sekitar US$20 jika tetap menjadi perusahaan publik. Faktor kedua adalah adanya masalah regulasi yang membayangi. Selain itu, pembiayaan akuisisi oleh Elon yang sebagian besar memanfaatkan saham Tesla memiliki risiko dan ketidakpastian yang besar. 

Menurut Bloomberg, Elon sedang bernegosiasi untuk meningkatkan ekuitas dan pemilihan pembayaran untuk menghilangkan margin kebutuhan pinjaman pada saham Tesla nya. Langkah ini disinyalir akan membantu penyelesaian masalah pembiayaan akuisisi. 

Ia menambahkan bahwa kesepakatan ini akan memiliki lebih banyak babak ke depannya.

Secara internal, Twitter kemungkinan akan mengambil langkah-langkah untuk menyeimbangkan neraca jika Elon mundur. Perusahaan itu telah mengonfirmasi penghentian rekrutmen pada Kamis, 12 Mei lalu. Kepala bagian konsumen, Kayvon Beykpour dan pemimpin produk pendapatan, Bruce Falck juga dilaporkan telah meninggalkan perusahaan.

Berita Terkait