Kapal Kembaran Moskva yang Tenggelam di Laut Hitam Pulang Kandang

25 Agustus 2022 21:33 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

Penjelajah Marshal Ustinov (Russia MoD)

MEDITERANIA-Kapal kembaran penjelajah  Rusia Moskva yang ditenggelamkan di Laut Hitam bergerak meninggalkan posisinya di Laut Mediterania setelah enam bulan berada di wilayah itu. Dua kapal perusak menguntit kapal Rusia tersebut.

USNI News melaporkan Marshal Ustinov  melewati Selat Gibraltar pada  Kamis 25 Agustus 2022 setelah beroperasi di Laut Mediterania sejak awal Februari. Tidak lama setelah melewati Atlantik dua kapal perusak rudal Amerika mengikuti kapal  Rusia dua jam setelah melewati Rock of Gibraltar. Dua perusak tersebut adalah bagian dari kelompok tempur kapal induk  Harry S. Truman Carrier. 

Kapal penjelajah ini  adalah salah satu aset utama angkatan laut  Rusia di kawasan Mediterania yang lebih dekat dengan Laut Hitam. Ustinov, bersama dengan dua kapal penjelajah kelas Slava Angkatan Laut Rusia lainnya  Moskva  dan  Varyag  digerakkan dari pangkgalan mereka mereka awal tahun ini bersamaan dengan invasi  Rusia ke Ukraina.

Ustinov merupakan bagian dari Armada Utara Angkatan Laut Rusia. Kapal  memasuki Mediterania pada awal Februari dan  mengambil posisi  di lepas pantai selatan Kreta. Sementara  Varyag yang berbasis di Pasifik beroperasi lebih dekat ke Suriah dan pangkalan logistik Rusia di Tartus.

Pengerahan berjalan secara paralel dengan NATO dan operasi kehadiran Amerika  berpusat pada USS Harry S. Truman. Truman telah berada di Mediterania sejak Desember dan sayap udaranya telah terbang hingga 90 sorti sehari.

Dirancang pada 1970-an untuk menghadapi kapal induk Amerika dengan 16 rudal jelajah anti-kapal SS-N-12 Sandbox, kelas Slava telah bertahan sebagai bagian dari armada Rusia setelah berakhirnya Perang Dingin.

Moskva tengelam di Laut Hitam pada bulan April.  Rusia menyebut kecelakaan karena kebakaran internal sementara Ukraina dan sejumlah pihak menyebut kapal itu dihantam rudal Neptune. USNI News melaporkan pada bulan Mei  kapal penjelajah itu kemungkinan tenggelam karena radar pertahanan titiknya tidak beroperasi.

Pakar perang laut H I Sutton sebagamana dikutip USNI News menyebut Rusia memang tidak akan bisa selama Amerika dalam mempertahankan armadanya di Mediterania. Amerika memiliki jejak logistik yang luas di kawasan itu. Tetapi tidak dengan Rusia.

Menurut Sutton  Angkatan Laut Rusia tidak memiliki fasilitas pemeliharaan yang memadahi di Mediterania.  Dia  berspekulasi bahwa kelelahan kru dari periode kesiapan yang lebih lama mungkin menjadi faktor kapal ini ditarik dari wilayah operasi.

Sementara itu, kelompok tempur kapal induk George  Bush  telah memasuki Armada ke-6 AS. Kapal  berangkat dari Naval Station Norfolk pada 10 Agustus. Dalam beberapa hari ke depan Bush diperkerikan akan mengambil perang Trumman yang sudah berada di wilayah itu selama 8,5 bulan.

Berita Terkait