Kantongi Rp9,3 Triliun dari Private Placement, Emtek Ekspansi Bisnis Kesehatan dan Digital

April 19, 2021, 11:11 PM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Konglomerat pemilik Grup Emtek, Eddy Kusnadi Sariaatmadja / Forbes Indonesia

JAKARTA – PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) alias Emtek telah merampungkan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) alias private placement pada 31 Maret 2021.

Emiten teknologi dan media milik konglomerat Eddy Kusnadi Sariaatmadja ini meraup total pendanaan sekitar Rp9,3 triliun melalui aksi korporasi tersebut. Dengan dana itu, Emtek akan mengembangkan bisnisnya pada bidang pelayanan kesehatan dan ekonomi digital.

“Baru-baru ini perseroan telah melaksanakan penambahan modal tanpa HMETD untuk memperkuat permodalan dalam mengembangkan bisnisnya terutama di bidang-bidang tersebut,” ungkap Sekretaris Perusahaan Emtek, Titi Maria Rusli melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 19 April 2021.

Titi mengatakan, selama tiga tahun ke depan, pihaknya berencana untuk berinvestasi dalam pertumbuhan di bidang pelayanan kesehatan. Sebelumnya, Emtek telah mengakuisisi saham pengendali PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) yang merupakan emiten pengelola Rumah Sakit Omni.

Di samping itu, kata dia, perseroan juga memiliki ketertarikan terhadap penerbitan digital, platform streaming video, platform pembayaran elektronik, serta e-commerce. Menurutnya, bisnis digital tersebut masih berkembang dan membutuhkan modal selama beberapa tahun ke depan.

“Mengingat perseroan memiliki beberapa investasi strategis pada ekosistem digltal, kami yakin akan ada peluang baru dalam ekonomi digital yang dapat dimanfaatkan perseroan dengan menggunakan modal dari PMTHMETD,” paparnya.

Bisnis E-Commerce dan Pembayaran Digital

Seperti diketahui, Emtek merupakan salah satu pemegang saham utama raksasa e-commerce lokal, Bukalapak. Berdasarkan riset Trimegah Sekuritas Indonesia, Emtek mengempit sekitar 35% kepemilikan saham Bukalapak.

Emtek bersama Microsotf Corp dikabarkan telah menyuntik dana segar hingga US$234 juta atau setara Rp3,4 triliun kepada Bukalapak pada Rabu, 14 April 2021.

Investor asing lain yang terlibat dalam pendanaan ini adalah Government of Singapore Investment Corporation (GIC), SC Ventures, Standard Chartered, dan Naver Corp.

Sementara itu, DANA dikelola sepenuhnya oleh PT Elang Andalan Nusantara. Perusahaan ini merupakan anak usaha PT Kreatif Media Karya yang merupakan entitas dibawah naungan Emtek. Singkatnya, Emtek merupakan pemegang saham utama tidak langsung platform dompet digital tersebut.

Teranyar, mencuat kabar merger antara OVO dan DANA setelah Grab mengakuisisi 4,6% saham Emtek senilai Rp4 triliun melalui perusahaan afiliasinya, H Holdings Inc. Sebagai catatan, Grab saat ini memiliki 39% porsi kepemilikan saham OVO.

Titi membantah adanya kaitan antara pembelian saham Emtek oleh Grab dengan rencana penggabungan kedua perusahaan pembayaran digital tersebut. Namun, ia juga memberikan sinyal untuk membuka kemungkinan terjadinya hal tersebut di kemudian hari.

“Tidak menutup kemungkinan peluang tersebut akan berkaitan dengan bisnis Grab, atau peluang baru yang dapat dikembangkan melalui kerja sama antara Grab dan perseroan,” ujarnya. (LRD)