Kantongi Kontrak Rp15,78 Triliun, Ini Strategi PTPP Genjot Kinerja 5 Anak Usaha

16 September 2022 05:00 WIB

Penulis: Liza Zahara

Editor: Ananda Astri Dianka

ni Strategi PTPP untuk 5 Anak Usaha Utama pada 2022/ Foto: PTPP

JAKARTA - PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) menjukkan kinerja positif sepanjang semester I-2022. 

Per Agustus 2022, PTPP mengantongi kontrak senilai Rp15,78 triliun. Perinciannya, kontrak yang berasal dari proyek Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 65%, lalu 30% dari pemerintah, dan 5% dari swasta.

Sedangkan, kontrak kerja berdasarkan lini bisnis hingga agustus 2022 didominasi oleh sektor bisnis konstruksi sebanyak 64%. Kontrak itu terdiri dari infrastruktur 49%, jalan dan jembatan 24%, dan gedung 27%, dan dari anak perusahaan 28% dan EPC 8%.

Strategi 5 Anak Usaha

Untuk menunjang kinerja perseroan di atas, PTPP telah membentuk strategi yang akan diterapkan pada lima anak usaha utama.

Pertama, strategi pada PP Presisi akan dilakukan optimalisasi pengelolaan keuangan korporasi. Caranya dengan memilih portofolio proyek baru secara selektif. Kemudian, akan diversifikasi pasar ke sektor konstruksi pertambangan.

"Strategi dengan memilih proyek-proyek secara selektif karena bisnis ini banyak digeluti di bidang civil. Adapun kekuatan PP Presisi ini ialah memiliki alat dengan jumlah cukup besar dan kualitasnya yang cukup bagus, karenanya PP Presisi cukup kuat di sektor civil," kata Direktur Utama PTPP Novel Arsyad dalam public expo, Kamis, 15 September 2022.

Kedua, PP Properti strategi yang diterapkan ialah melakukan partnership untuk pengembangan proyek yang prospektif dilihat dari situasi industri properti. Selain itu, akan fokus pada aasset recycling sebagai upaya akselerasi kesehatan keuangan perusahaan.

Ketiga, PP Urban akan fokus pada core competency di bisnis konstruksi proyek gedung dan bersinergi dengan perusahaan induk. Selanjutnya melakukan divestasi aset usaha untuk sektor katagori persaingan red ocean.

Keempat, PP Energi strateginya dengan akselerasi divestasi sebagai upaya perbaikan kesehatan keuangan perusahaa. Dan memaksimalkan produksi minyak untuk mendapatkan kesempatan berkurangnya produksi minyak dalam negeri dan naiknya kurs dollar.

Terakhir, strategi untuk PP Infrastructure dengan mengakselerasi peningkatan recurring income di bisnis SPAM dan fiber optic serta ekspansi bisnis operator SPAM melalui strategic partnership. 

Berita Terkait