Kantongi Izin OJK, Fintech Danacita Optimistis Tingkatkan Pendidikan di Indonesia

20 Agustus 2021 15:00 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Dana

JAKARTA – Perusahaan fintech Danacita resmi mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan Surat Keputusan Nomor: KEP-68/D.05/2021 pada 2 Agustus 2021,  

Sebelumnya, Danacita sudah terdaftar dan diawasi OJK sejak 2018. Direktur Utama Danacita Alfonsus Wibowo mengatakan, berita ini merupakan kabar baik bagi pengguna dan juga generasi muda Indonesia yang ingin meraih cita-cita dan mendapatkan pendidikan tinggi. 

“Danacita telah memenuhi syarat dan ketentuan berlaku yang ditetapkan oleh OJK. Ini berarti Danacita memiliki standar keamanan dan praktek yang tinggi demi kepuasan pengguna,” tulisnya dalam laman resmi, dikutip Jumat 20 Agustus 2021.

Ia berharap, legalitas dari OJK akan membantu Danacita untuk berkembang lebih baik dan dapat melayani semua masyarakat Indonesia terkait pendidikan lebih lanjut.

Dengan legalitasnya yang berbadan hukum, maka Danacita wajib mengikuti berbagai perintah hukum yang berlaku di Indonesia. Dampaknya tentu pengguna Danacita bisa merasa aman dalam menggunakan layanan pembiayaan pendidikan di Danacita.

“Kami akan terus berusaha berkembang untuk melayani pelajar lebih baik lagi dan mendobrak hambatan untuk pendidikan yang lebih baik untuk generasi muda di Indonesia dan sekitarnya,” lanjut dia.

Dalam paparannya, ia menyebut ada sekitar 70% pelajar di Indonesia yang mengalami kendala untuk menempuh pendidikan tinggi dan berkembang. Padahal, Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas merupakan tulang punggung bagi perekonomian Indonesia. 

Oleh sebab itu, Danacita berupaya untuk menjadi wadah bagi generasi muda dalam meningkatkan akses pendidikan formal maupun non formal di Indonesia. Serta menjadi jembatan kesenjangan ekonomi dalam menempuh pendidikan lanjut.

Sejak berdiri pada 2018, Danacita telah membantu membiayai ribuan pelajar menempuh pendidikan di lebih dari 100 perguruan tinggi dan lembaga pendidikan non formal di seluruh Indonesia. Termasuk Universitas Tarumanagara, President University, Universitas Islam Bandung, maupun kursus pelatihan seperti Hacktiv8, Wall Street English, dan English First.

Berita Terkait