Kantongi Izin OJK, Fintech Agrikultur TaniFund Kejar Pembiayaan Baru Rp700 Miliar

22 Agustus 2021 11:34 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Pusat Pelatihan Pertanian & Pedesaan Swadaya (P4S) Buana Lestari di Wisata Edukasi Tani Terpadu (WETT) Betet, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur yang menjadi wisata edukasi pertanian Hidroponik. Sumber: Indonesia.go.id

JAKARTA – TaniFund, resmi mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Penyelenggara Fintek peer-to-peer (P2P) lending sektor agrikultur. 

Sebagai P2P lending agrikultur pertama di Indonesia yang berizin OJK, TaniFund semakin memperkuat komitmen dan strateginya dalam menyediakan akses permodalan bagi petani dan UMKM.

Keputusan OJK tersebut tertuang dalam Surat Tanda Berizin KEP-64/D.05/2021 yang diterbitkan pada tanggal 2 Agustus 2021. Dari daftar tersebut, TaniFund adalah satu-satunya P2P lending yang bergerak di bidang agrikultur dengan izin OJK hingga kini.

TaniFund sebagai unit P2P lending di bawah startup agritech TaniHub Group meyakini, lisensi OJK yang diraih dapat meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan para pendana (lender) dan peminjam (borrower). 

Selanjutnya, TaniFund akan memperluas ekspansinya ke luar pulau Jawa, melakukan inovasi produk, dan memperkuat monitoring melalui advanced internal credit scoring.

 “Lisensi OJK semakin memantapkan TaniFund untuk dapat menyalurkan pendanaan baru sebesar Rp700 miliar dalam beberapa tahun ke depan,” kata Natalia Rialucky Marsudi, Chief Strategy Officer TaniHub dikutip dari siaran pers, Minggu 22 Agustus 2021.

Tidak hanya itu, lisensi OJK dapat mengundang lebih banyak lagi lender baru dan mendorong lender lama untuk meningkatkan pendanaan mereka. Tujuan lain TaniFund melalui lisensi ini adalah menjaga TKB90 kami di angka 100%.

“Untuk memitigasi risiko kredit bermasalah, TaniFund memiliki advanced credit scoring system, agronomist yang handal, kontrak dengan credit insurance, dan memenuhi berbagai arahan dari pihak regulator,” ujarnya.

Sejak berdiri pada 2017, TaniFund telah menyalurkan pendanaan dari masyarakat sebesar Rp324,3 miliar kepada lebih dari 4.000 borrower. Hingga kini total lender telah mencapai lebih dari 10.000, terdiri dari lender individu maupun institusi.

Berita Terkait