Kantongi Izin BEI, Waskita Karya Terbitkan Utang Obligasi Rp4,9 Triliun

August 07, 2020, 09:05 AM UTC

Penulis: wahyudatun nisa

Pergerakan saham dari monitor di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang konstruksi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) baru saja mengantongi izin untuk menerbitkan obligasi berkelanjutan IV tahap I tahun 2020 bernilai Rp135,5 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 6 Agustus 2020, obligasi milik BUMN Karya ini menawarkan bunga 10,75% per tahun dengan jangka waktu tiga tahun. Surat utang ini akan resmi dicatatkan di BEI pada 7 Agustus 2020.

Obligasi berkelanjutan IV Waskita Karya tahap I mendapatkan hasil pemeringkatan BBB (idn) (triple B) dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch). Dalam pelaksanaan penerbitan obligasi yang jatuh tempo 6 Agustus 2023 ini, perseroan menunjuk PT Bank Mega Tbk. (MEGA) sebagai wali amanat.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, disebutkan bahwa obligasi IV tahap I Waskita Karya ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, melainkan dijamin dengan seluruh harta kekayaaan perseroan, baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak.

Waskita karya juga menunjuk sejumlah entitas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi antara lain PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Primer Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Jaminan tersebut juga disebutkan untuk aset perseroan yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan 1132 Undang-Undang Hukum Perdata.

Dalam aksi korporasi kali ini, perseroan hanya menerbitkan sertifikat jumbo obligasi IV tahap I yang didaftarkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Nantinya obligasi tersebut akan didistribusikan dalam bentuk elektronik yang diadministrasikan dalam penitipan kolektif di KSEI.

Secara keseluruhan, dalam penawaran umum obligasi berkelanjutan IV ini, perusahaan bersandi saham WSKT ini menargetkan dana yang akan dihimpun sebesar Rp4,95 triliun. (SKO)