Kalbe dan Farmasi Korea Bikin Vaksin & Obat COVID-19

Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menjajaki kerja sama baru dengan perusahaan farmasi asal Korea Selatan, Genexine Inc. Kerja sama ini meliputi produk untuk penanganan virus.

Seperti disampaikan Sekretaris Perusahaan Kalbe Lukito Kurniawan Gozali, melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 22 Mei 2020.

“Saat ini perseroan dalam tahap penjajakan kerja sama dan kolaborasi dengan Genexine,” tulis Lukito.

Dia menjelaskan, ada beberapa produk yang direncanakan untuk penanganan virus corona (COVID-19) dan virus lainnya. Jenisnya, kata Lukito, dapat berupa vaksin atau obat-obatan yang mempunyai peluang menyembungkan pasien COVID-19.

“Kami harapkan proposal kolaborasi dan kerja sama ini dapat dilakukan dalam waktu 1-2 bulan ke depan,” ungkap Lukito.

Sebagai informasi, Genexine bukan mitra baru bagi Kalbe. Perusahaan farmasi asal Korea itu sudah menjalin kerja sama dengan Kalbe sejak 2015 silam.

Bahkan, kini keduanya memiliki perusahaan patungan PT Kalbe-Genexine Biologics yang dimiliki Kalbe 60% dan Genexine 40%. Saat itu, pembentukan perusahaan patungan ini menelan investasi Rp130 miliar.

Selani menjajaki kerja sama dengan Genexine, Kalbe melalui KalGen Innolab telah menyediakan layanan pemeriksaan COVID-19 dengan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Namun KalGen hanya menerima sampel rujukan dari rumah sakit dan tidak melayani pasien perserorangan secara langsung.

Pembagian Dividen 2019

Sementara itu, Kalbe Farma membagikan dividen tunai senilai total Rp937,5 miliar setara Rp20 per lembar saham. Rasio dividen yang dibagikan mencapai 37% dari total laba bersih tahun buku 2019.

Pembagian dividen diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang digelar pada Senin, 18 Mei 2020 bertempat di Gedung Bintang Toedjoe, Pulomas, Jakarta.

Rasio pembagian dividen 37% itu dilakukan lantaran mempertimbangkan kondisi pasar yang yang menantang. Manajemen emiten bersandi saham KLBF itu bakal membagikan dividen 45%-55% di masa mendatang.

Tak hanya membagikan dividen, RUPST juga memutuskan untuk menetapkan susunan pengurus perseroan. Jajaran direksi dan komisaris yang baru ditetapkan itu akan berlaku hingga 2023. (SKO)

Komisaris
Presiden Komisaris: Bernadette Ruth Irawati Setiady
Komisaris: Santoso Oen
Komisaris: Ferdinand Aryanto
Komisaris: Ronny Hadiana
Komisaris Independen: Lucky Surjadi Slamet
Komisaris Independen: Lilis Halim
Komisaris Independen: Adi Harsono

Direksi
Presiden Direktur: Vidjongtius
Direktur: Djonny Hartono Tjahyadi
Direktur: Bujung Nugroho
Direktur: Ongkie Tedjasurja
Direktur: Sie Djohan
Direktur: Bernadus Karmin Winata

Tags:
Covid-19DividenfarmasiKLBFkorea selatanPT Kalbe Farma Tbkvaksin corona
Issa Almawadi

Issa Almawadi

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: