Kalajengking Menyerbu Desa, 3 Orang Meninggal Ratusan Dirawat di RS

16 November 2021 22:35 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

Kalajengking ekor gemuk (Wikipedia)

ASWAN-Hujan intensitas tinggi dan banjir yang melanda provinsi Aswan di Mesir selatan di wilayah membuat kalajengking mengungsi dari liang mereka dan menyebar ke permukiman warga. Akibatnya tidak kurang dari 500 orang penduduk di provinsi tersebut disengat binatang berbisa tersebut.

Menurut organisasi berita Mada yang berbasis di Mesir ratusan orang yang tersengat harus dirawat di rumah sakit, dan tiga orang di antaranya meninggal pada 13 November. Namun Gubernur Aswan Mayor Jenderal Ashraf Attiya dan pejabat menteri kesehatan membantah bahwa kematian itu disebabkan oleh sengatan kalajengking.

"Orang-orang yang disengat kalajengking mengatakan gejala mereka termasuk sakit parah, demam, berkeringat, muntah, diare, tremor otot dan kepala berkedut," lapor Al Jazeera. 

Juru bicara Kementerian Kesehatan Khaled Megahed dalam sebuah pernyataan yang diposting ke Facebook pada 13 November 2021 mengatakan Kantor Gubernur Aswan telah mendistribusikan lebih dari 3.000 dosis serum antiracun untuk merawat orang-orang yang terluka di rumah sakit dan klinik setempat dan untuk mempersiapkan insiden di masa depan.

Para ilmuwan melaporkan pada 2017 di Buletin Ilmu Pengetahuan Al Azhar memperkirakan ada 31 spesies kalajengking hidup di Mesir. Salah satunya fat-tailed scorpions atau kalajengking ekor gemuk dalam genus Androctonus yang dianggap sebagai kalajengking paling mematikan di Bumi. Selain itu juga kalajengking deathstalker (Leiurus quinquestriatus) yang biasanya terlihat di Aswan dan menyengat lusinan orang di sana setiap tahun. 

Menurut laporan tahun 2009 dalam jurnal Clinical Neurotoxicology sekitar 5.000 orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun setelah disengat kalajengking.

Berita Terkait