KAI Gunakan GeNose C19 Buatan UGM untuk Tes COVID-19, Cuma Rp20.000

January 24, 2021, 09:13 PM UTC

Penulis: Laila Ramdhini

Cara penggunaan GeNose C19 untuk mendeteksi virus COVID-19 dengan cara seperti meniup balon / Dok. KAI

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendukung penggunaan Gajah Mada Electric Nose COVID-19 atau GeNose C19 di layanan KAI untuk screening COVID-19 pada moda transportasi kereta api.

“Kami menyambut baik inovasi yang dihadirkan oleh anak bangsa dalam rangka menghadirkan layanan deteksi COVID-19 yang cepat, murah, dan akurat,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, dalam siaran pers, Minggu, 24 Januari 2021.

GeNose C19 adalah alat pendeteksi virus corona yang dikembangkan para peneliti di Universitas Gajah Mada dan sudah mendapatkan Izin Edar dari Kementerian Kesehatan.

Adapun pengambilan sampel dari GeNose C19 berupa embusan napas dan hasil tes dapat langsung diketahui hanya dalam waktu 3 menit. Tarifnya pun diperkirakan berkisar di Rp20.000 untuk satu kali tes dengan akurasi di atas 90%.

Joni mengatakan KAI berencana akan membeli GeNose C19 yang nantinya akan digunakan di berbagai stasiun kereta api.

“Saat ini KAI masih menunggu regulasi lebih lanjut dari pemerintah terkait penggunaan GeNose C19 tersebut pada moda transportasi umum,” ujar Joni.

Penggunaan produk dalam negeri ini juga merupakan dukungan KAI pada kampanye Bangga Buatan Indonesia yang sedang digalakan pemerintah pada masa Pandemi COVID-19.

Menurut Joni, KAI mendukung penuh semua langkah dan kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat.

“Penggunaan GeNose C19 pada transportasi kereta api merupakan kebanggaan tersendiri bagi KAI, karena dapat menjadi salah satu yang pertama menerapkan inovasi tersebut,” ujar Joni. (SKO)