KAI Genjot Persiapan Operasional LRT Jabodebek

JAKARTA – Light rail transit (LRT) Jabodebek ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun 2022. Menjelang pengoperasian tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI bersama pihak-pihak terkait terus melakukan persiapan, salah satunya adalah pengujian sarana.

“Saat ini KAI bersama para stakeholder rutin melakukan uji dinamis sarana LRT Jabodebek untuk memastikan sarana dalam kondisi siap operasi,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, dikutip dari siaran pers di laman resmi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Minggu 22 November 2020.

Sebelum dapat beroperasi secara komersial, kata Joni, setiap sarana LRT Jabodebek harus dilakukan pengujian secara bertahap. Pengujian meliputi factory acceptance test, uji dinamis sarana, uji komunikasi, uji integrasi dan trial run, serta uji kelaikan operasi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menugaskan PT KAI untuk melaksanakan penyelenggaraan sarana dan prasarana LRT Jabodebek, sejak tahun 2017 lalu. Joni bilang, saat ini pihaknya telah membentuk divisi LRT Jabodebek untuk menangani perintah presiden itu.

Suasana pengerjaan jalur kereta ringan (LRT) Jakarta jurusan Cawang-Dukuh Atas di samping Waduk Setiabudi, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
Kerja Sama dengan INKA

Ia memaparkan, dalam hal kesiapan penyelenggaraan sarana, KAI melakukan kontrak pengadaan sebanyak 31 trainset atau 186 kereta LRT Jabodebek dari PT Industri Kereta Api (Persero) alias INKA dengan nilai mencapai Rp3,9 triliun.

Terbaru INKA telah menyelesaikan 11 Trainset LRT dan ditempatkan di mainline antara Stasiun Harjamukti – Stasiun Ciracas untuk selanjutnya dilakukan pengujian oleh pihak-pihak terkait.

Sisanya, sedang dalam proses antrean pengiriman dan finishing oleh INKA di pabriknya yang terletak di Madiun, Jawa Timur.

“KAI membeli sarana LRT Jabodebek dari INKA di mana hal tersebut merupakan bentuk dari kolaborasi antar BUMN. Sebagai salah satu konsumen dari produk-produk Inka, KAI bangga dan yakin akan kualitas yang ditawarkan oleh Inka,” tuturnya.

Warga mengikuti ujicoba Light Rail Transit (LRT) di Stasiun Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta. PT LRT Jakarta kembali Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
Spesifikasi

Setiap trainset atau rangkaian LRT Jabodebek terdiri atas 6 kereta. Dalam kondisi normal, setiap rangkaian mampu melayani 740 penumpang, terdiri dari 174 dalam posisi duduk dan 566 dalam posisi berdiri. Dalam kondisi padat, kapasitasnya mampu mencapai 1.308 penumpang.

Kereta LRT Jabodebek menggunakan sumber daya dari rel ketiga (third rail) dengan tegangan suplai daya sebesar 750 VDC.

LRT Jabodebek didesain mampu mencapai kecepatan 90 km per jam, sedangkan kecepatan operasi maksimum mencapai 80 km per jam.

LRT Jabodebek memiliki beban gandar 12 ton dan memiliki lebar gandar 1435 mm atau normal gauge.

Keunggulan dari normal gauge 1435 mm dibanding narrow gauge 1067 mm yang biasa digunakan pada sarana KAI lainnya adalah memiliki stabilitas yang tinggi sehingga kereta dapat melaju dengan kecepatan tinggi.

Selain itu, normal gauge 1435 mm ini memiliki beban angkut lebih tinggi serta umum digunakan pada sebagian besar perkeretaapian di dunia.

“KAI berharap, hadirnya LRT Jabodebek dapat memberikan solusi transportasi baru bagi masyarakat yang akan beraktivitas di ibukota dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Joni. (SKO)

Tags:
BUMNBUMN TransportasiinfrastrukturKAIKereta Api IndonesiaLRTLRT JabodebekLRT JabodetabekLRT JakartaPT Industri Kereta Api (Persero)PT INKA (Persero)PT KAIPT Kereta Api Indonesia (Persero)transportasi massal
Drean Muhyil Ihsan

Drean Muhyil Ihsan

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: