Kabul Sehari Setelah Amerika Pergi

01 September 2021 10:44 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

Editor: Amirudin Zuhri

KABUL-Dengan Taliban sekarang dengan penuh kemenangan menguasai Bandara Internasional Hamid Karzai setelah penarikan bersejarah pasukan Amerika dari Afghanistan, gambar dan video mulai muncul yang menunjukkan pesawat militer, serta kendaraan dan material lainnya yang tertinggal. 

Kepala Komando Pusat Amerika, Jenderal Korps Marinir Frank McKenzie sebelumnya mengumumkan bahwa total 73 pesawat dan helikopter telah "dimiliterisasi" di bandara sebelum pasukan terakhir Amerika pergi.

Peneliti sumber terbuka independen Stijn Mitzer dan Joost Oliemans, yang menjalankan blog Oryx, telah melacak berapa banyak pesawat militer bekas Afghanistan yang jatuh ke tangan Taliban. Mereka mengatakan telah mampu mengidentifikasi setidaknya 48 pesawat yang terdiri dari 16 pesawat sayap tetap dan 32 helikopter. Data ini diambil dari gambar yang muncul dari bandara di Kabul sejauh ini.

Jenis sayap tetap semuanya dari bekas militer Afghanistan. Mereka termasuk 8 pesawat serang ringan A-29 Super Tucano, 2 pesawat utilitas ringan bersenjata AC-208, 4 pesawat utilitas Cessna 208 Caravan, satu pesawat angkut C-130H Hercules, dan sebuah satu-satunya platform intelijen, pengawasan, dan pengintaian Pilatus PC-12NG. 

Sementara helikopter tersebut termasuk 10 UH-60A Black Hawk dan 10 Mi-8/Mi-17 Hip varian transportasi, serta tujuh pengintai bersenjata Little Bird MD 530F. Semuanya milik Angkatan Udara Afghanistan yang sekarang sudah tidak beroperasi. Lima CH-46E milik  Departemen Luar Negeri Amerika juga terlihat dalam gambar dan video yang telah dirilis.

Ini berarti menyisakan setidaknya 25 pesawat yang masih belum ditemukan. Jika itu mengacru pada jumlah resmi yang diberikan Jenderal McKenzie. 

Gambar dari bandara di Kabul juga menawarkan beberapa wawasan tentang bagaimana semua pesawat ini "dimiliterisasi". Penutup mesin dan panel akses terlihat terbuka di banyak pesawat dan helikopter, menunjukkan bahwa bagian-bagian tertentu telah dilepas atau dihancurkan. Area di bawah mesin salah satu A-29 penuh pelumas yang lebih lanjut menunjukkan tindakan yang diambil untuk menonaktifkan mesin turboprop PT6 yang digunakan pesawat tersebut.

Jendela-jendela di sejumlah helikopter dihancurkan, begitu pula panel indikator di beberapa kokpit, sementara lubang-lubang yang sengaja dibuat terdapat di pintu kabin utama Black Hawks. C-130H terlihat miring dengan sayap ke bawah, dengan undercarriage utama kirinya tampaknya rusak.

Militer Amerika mengatakan bahwa 73 pesawat yang disebutkan McKenzie sekarang dinonaktifkan secara permanen. Mereka bisa melihat tetapi mereka tidak dapat menerbangkannya," kata Sekretaris Pers Pentagon John Kirby kepada CNN Rabu 1 September 2021.

Jenderal McKenzie sebelumnya juga menegaskan pesawat itu tidak akan pernah terbang lagi saat mereka pergi. "Mereka tidak akan pernah bisa dioperasikan oleh siapa pun,” katanya.

Berapa banyak pesawat yang dimiliki militer Afghanistan sebelum ini dan bagaimana kondisinya tidak jelas. Sejumlah pesawat sayap tetap dan helikopter termasuk sejumlah A-29, Cessna 208, PC-12NG, UH-60, dan Mi-8/Mi-17, berhasil melarikan diri ke negara tetangga Uzbekistan dan Tajikstan. 

Setidaknya beberapa peralatan sensitif mungkin juga telah dipindahkan dari banyak pesawat sebelum jatuhnya Kabul. Para kontraktor juga membawa perangkat lunak dan sistem senjata mereka

Terlepas dari itu, proses demiliterisasi tampaknya tidak melibatkan penghancuran total seperti yang diperkirakan banyak orang akan terjadi, sebuah keputusan yang tampaknya aneh. Padahal alat berat di bandara dapat digunakan untuk menghancurkan pesawat dan helikopter secara lebih menyeluruh dalam waktu yang relatif singkat.

Setiap upaya untuk memperbaiki pesawat akan menghadirkan rintangan yang signifikan untuk membuatnya layak terbang kembali. Meski mungkin upaya kanibalisasi bisa menjadi solusi.

Berbagai senjata dan sistem lain dari pesawat di bandara di Kabul juga dapat digunakan kembali. Sangat menarik untuk dicatat bahwa senapan mesin M3 kaliber 50 di sayap A-29 tampaknya masih ada, meskipun tidak terlihat apakah bagian utama dari senjata ini telah dihancurkan atau dinonaktifkan.

Bahkan jika Super Tucano tidak dapat diterbangkan lagi, senjata ini, jika berfungsi, dapat dilepas dan dipasang di platform lain. Ini sering terlihat di masa lalu.

Gambar dan video dari Bandara Internasional Hamid Karzai juga menunjukkan berbagai materi lainnya, termasuk kendaraan, amunisi, dan pelindung tubuh. McKenzie mengatakan bahwa lusinan MRAP dan Humvee juga telah didemiliterisasi di bandara. Tetapi gambar yang muncul menunjukkan berbagai truk pikap dan setidaknya satu kendaraan segala medan Polaris MRZR ada di sana. Kondisi kendaraan-kendaraan itu tidak jelas.

Sebuah gambar juga telah muncul menunjukkan armada Mobile Strike Force Vehicles (MSFV) Afghanistan yang ditangkap. MSFV merupakan kendaraan lapis baja ringan yang didasarkan pada mobil lapis baja M1117 Armored Security Vehicle (ASV) Angkatan Darat Amerika. 

Tentu saja masih ada pertanyaan tentang apakah semua pesawat, kendaraan dan senjata tersebut akan bisa dimanfaatkan yang mungkin akan dibantu negara lain, atau barang mahal itu akhirnya benar-benar hanya jadi rongsokan.

Di luar semua ini harta karun yang disita ini seperti menjadi sebuah piala kemenangan setelah 20 tahun perang.

Berita Terkait